Tampilkan postingan dengan label Visit Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Visit Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Pertama mengenal tahu bulat waktu saya masih sekolah di Ciamis. Unik banget, terkesan premium karena hanya dijual di foodcourt salah satu swalayan dan rasanya enak. Belakangan baru tau ternyata tahu bulat itu khas kampung halaman saya yaitu Tasikmalaya.

Tahu bulat homemade buatan saya yang dibuat dari tahu kuning:-) 

Demam tahu bulat semakin dirasakan oleh saya ketika menetap di Tangerang. Dimana-mana tukang tahu bulat dan ada aja yang mangkal atau keliling. Bikin pengen pulang kampung, hehe

Tahu bulat adalah makanan atau cemilan khas daerah saya yaitu Tasikmalaya. Tahu berbentuk bulat, dengan rasanya yang gurih.
Di masa-masa emasnya, tahu bulat langsung melebarkan sayap bisnisnya dimana-mana.
Salah satu pengembang aplikasi game dari Bandung bahkan meluncurkan game populer Tahu Bulat yang konon mengalahkan game populer lainnya. Saya juga sempet download sih walaupun lama kelamaan bosen juga ya, hihi

Udah pernah download belum? Saya bisa merasakan punya uang ratusan juta gara-gara game ini lho :-D 


Tapi beda dulu sama sekarang..
Kalo dulu tahu bulat fenomenal karena keunikan bentuk dan rasanya yang khas, kalo sekarang keunikannya hanya dari cara penjualannya yang memakai mobil+ speaker dengan nyanyian khas
" Tahu bulat, digoreng 500 an, gurih-gurih nyoy"

Entahlah, mau diakui atau tidak makanan khas Tasikmalaya ini menurut saya sudah kehilangan ciri khasnya, mulai dari rasa tahu bulatnya sendiri juga kebanggaan masyarakat Tasikmalaya untuk terus menjaga tahu bulat sebagai ikon kota tercinta.

Produksi membludak dengan alasan mengembangkan sayap bisnis UKM kurang sesuai dengan standar keamanan pangan.
Bagaimana tidak, banyak beredar tahu bulat mentah di pasaran yang mengandung pengawet dan bahan kimia lainnya.

Salah satu brand tahu bulat yang terkenal kelezatannya, Misihu.  sumber foto: tahubulat-misihu.blogspot.com

Hal tersebut tentu banyak merusak penampilan tahu bulat, ada yang terlihat berair, berbau menyengat, rasanya getir plus tekturnya yang kering nyesekin tenggorokan, belum lagi tahu bulat yang sudah matang sangat cepat kempes walaupun sudah digoreng cukup lama.

Satu per satu pengusaha tahu biasa juga bikin tahu bulat versi pabriknya dengan harga yang saling menjatuhkan.
Satu masalah terbesar yang dihadapi para UKM mungkin terkekangnya harga jual sehingga monoton di satu harga bahkan kalo bisa lebih murah dari para pesaingnya, serta lebih melihat aspek keuntungan besar untuk sesaat bukan melihat efek produk kedepannya.
Sangat disayangkan ya..:-( 

Saya masih ingat beberapa bulan lalu mengikuti sebuah pelatihan di Indag  Kab Tasikmalaya dan membahas sebuah masalah pelik yaitu apa sih makanan khas kabupaten Tasikmalaya.
Konon katanya nasi tutug oncom itu udah terlalu mainstream, ga aneh bahkan terkesan murahan.

Hal itu terulang kembali sewaktu saya berkesempatan mengikuti pelatihan bersama Dinas Pariwisata Kota Tasikmalaya di Hotel Santika Tasikmalaya .
Di depan puluhan pengusaha kerajinan, Sivitas Akademika dan kalangan terkait lainnya,  pemerintah kota seakan curcol.

Katanya pemerintah Tasik itu udah malu dan bosan menyajikan Nasi Tutug Oncom sebagai menu hidangan utama dalam menyambut tamu-tamu luar daerah ( euleuh-euleuh, hihi) 
PR besar bagi para UKM seperti kami untuk menciptakan produk yang bisa jadi ciri khas Tasikmalaya.
Oke, 
Jujur sebenarnya saya tergelitik untuk membantah bahwa sebenarnya Tasikmalaya itu punya banyak ciri khas namun seringkali terabaikan oleh masyarakat dan pengembangnya sendiri.
Salah satunya ya tahu bulat ini, tahu bulat yang kini tidak lagi bulat komposisinya.

Mengapa kita harus mencari produk baru tapi sebuah produk yang sudah menjadi ciri khas malah diabaikan dengan alasan ngga mainstream lah, murahan lah.

Kenapa kita ngga memikirkan inovasi apa yang bisa memperkuat ciri khas tersebut sehingga bisa bertahan sepanjang masa. Contoh, peuyeum Bandung, manisan Carica Dieng, Gudeg Yogyakarta, keripik singkong Balado Padang , getuk goreng dan masih banyak lagi.

Jujur saya kurang setuju aja orang Tasikmalaya sendiri menjelekan produk sendiri, mau kapan Tasikmalaya maju kalo penduduk dan pejabatnya juga pesimis.

** duhh ko jadi esmosi ya:-P

Nah daripada terbawa emosi ga jelas, mending kita coba bikin aja nih tahu bulat versi rumahan.
Tahu bulatnya dibuat dari tahu kuning/tahu putih yang dihaluskan. Insya Alloh higienis dan bisa dikreasikan lagi sesuai selera.
Penasaran?



Tahu Bulat

- 3 buah tahu kuning/tahu putih ukuran cukup besar
- 1 siung bawang putih, haluskan
- 1/2 sdt kaldu bubuk/garam * kalo kurang asin bisa ditambah ya, kebetulan tahu yang saya pakai sudah cukup asin
- 1/4 sdt lada bubuk
- 1/2 sdt Baking Powder
- Sedikit gula pasir untuk menambah gurih alami
- Minyak Goreng secukupnya
- Kain berpori halus untuk memeras tahu

Cara Membuat :

- Haluskan tahu, peras menggunakan kain sampai semua airnya keluar.
- Siapkan wadah, masukan tahu yang sudah diperas ,campurkan kaldu bubuk, lada bubuk, baking powder dan sedikit gula pasir. Aduk rata, tes rasa.
- Panaskan minyak goreng dengan api sedang, goreng tahu bulat sampai matang.
Bisa dilihat dari bentuk tahu bulat yang mengembang, kulit luarnya garing dan berubah warna kuning kecoklatan.

Kulit luarnya garing, dan tekstur dalamnya lembut. Persis tahu bulat dulu yang pertama saya coba:-)


Tahu bulat ini anti kempes lho, kemarin saya coba goreng jam 6 pagi, sampai jam 1 siang masih tetap bulat *kan namanya juga tahu bulat ya hehe..
Kualitas tahu yang dipakai juga mempengaruhi rasa, jadi usahakan pakai tahu kualitas baik ya :-)

Selain dimakan langsung, tahu bulat juga bisa dimasak dengan bumbu semur, asam manis atau dibikin sup. Insya Alloh nanti saya update lagi.

Finally,.
Memang saya tidak bisa berbuat banyak untuk Tasikmalaya. Akan tetapi sebagai seorang emak yang terlahir di tanah yang konon dijuluki " Delhi Van Java " ini, harapan saya sangat besar untuk  melihat Tasikmalaya bisa lebih menghargai ciri khasnya sendiri, termasuk Tahu Bulat ini.

Bukan hal tidak mungkin para pengrajin tahu bulat bisa dikumpulkan dalam sebuah Paguyuban, sehingga mudah untuk diberi arahan tentang produk yang aman, menarik, dan higienis.
Kerjasama Pihak Pariwisata dengan Chef-chef senior di Tasikmalaya juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendongkrak daya tarik makanan khas Tasikmalaya ini menjadi lebih variatif.

Bahkan saya sempat membayangkan ada sentra tahu bulat yang bisa jadi sarana edukasi serta wisata kuliner Tasikmalaya. Ya kita ambil contoh Serba susu Lembang yang memanfaatkan susu murni jadi berbagai olahan *ko jadi kangen kerupuk susunya nih :-P 

Memang teori itu mudah diucapkan namun seringkali pelaksanaannya yang sulit.
Tapi saya yakin ko, minimal dengan adanya rasa memiliki dan menghargai atas kekayaan dan ciri khas yang kita miliki sekarang,  Insya Alloh kita bisa maju bersama untuk Tasikmalaya, aamiin.

**mana penduduk Tasikmalaya yaa suaranyaa, ko jadi ngelantur mirip lagi orasi demo hihi :)

Nah daripada ikut ngelantur, yuk coba bikin tahu bulatnya. Ingat selalu slogan dapur saya ya, " Hemat, Lezat,  Sehat "









Beberapa hari ini nafsu makan sedang kurang stabil, programnya diet tapi saya kangen sekali makan makanan pedas. Masalahnya, kalau sudah makan makanan pedas saya sering lupa diri. Nasi bisa nambah terus, minum air es sambil nongkrong depan kulkas biar ngga bolak-balik ngambil minum gara-gara kepedesan :D
Mamah di rumah juga sudah memperingatkan tidak boleh terlalu sering mengkonsumsi makanan pedas, ya dijatah 10 hari sekali, duh duh ngences nih.

Sampai dua hari yang lalu kakak saya yang tinggal di Wonosobo sengaja nitip oncom untuk dikirim kesana, maklum disana ngga ada yang jualan oncom.
Kakak dan keluarganya salah satu penggemar nasi tutug oncom khas Tasikmalaya yang tinggal di Wonosobo sedangkan saya salah satu penggemar mie ongklok Wonosobo yang tinggal di Tasikmalaya, barter aja apa ya rumahnya kakk ??
Setelah proses kirim oncom selesai, mendadak saya latah pengen nasi tutug oncom juga. Alhamdulillah oncomnya masih ada sisa lebihnya dari yang tadi dikirim, tak lupa nasihat mamah yang wanti-wanti supaya sambel oncomnya jangan sampai kebanyakan cabe rawitnya, hehee mamah tau aja ada yang mau balas dendam :))

Oncom adalah salah satu produk fermentasi dari kacang tanah dan tambahan lainnya. Proses pembuatannya hampir sama dengan pembuatan tempe. Oncom mudah didapatkan di pasar tradisional, toko oleh-oleh makanan khas Jawa Barat dan beberapa swalayan besar. Salah satu daerah penghasil oncom kualitas terbaik di Jawa Barat adalah Bandung. Harganya bisa 2-3 kali lipat oncom yang biasa tentunya dengan kualitas yang baik sehingga rasanya lebih enak dibanding oncom biasa.
Banyak sekali olahan masakan dengan memakai tambahan oncom, termasuk yang saya masak kali ini adalah sangu tutug oncom/ nasi tutug oncom.

Sangu Tutug Oncom/ Nasi Tutug Oncom

Bahan :
- Nasi putih hangat
- 1/2 papan oncom, bakar atau goreng sampai setengah matang. Hancurkan kasar, sisihkan.
- Minyak Goreng secukupnya

Bumbu halus :
- 5 siung bawang merah
- 1 siung besar bawang putih
- 3 ruas kencur
- 1 ruas jahe
- 1/2 sdt terasi
- 1/2 sdm gula merah
- 1/2 sdt garam
- 3 lembar daun jeruk,iris halus.

Pelengkap :
- Ikan Asin Goreng
- Tempe Mendoan/ Tahu goreng
- Sambal terasi
- Kerupuk
- Mentimun, dan kemangi

Cara Membuat:
- Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, jahe dan terasi. Tambahkan gula merah, garam dan irisan daun jeruk. Tambahkan oncom yang sudah dihaluskan kasar, aduk rata
- Panaskan minyak goreng secukupnya untuk menumis oncom dan bumbu halus.
- Tumis oncom sampai matang dan kering, tes rasa. Matikan api dan sambel oncom bisa disimpan di toples untuk stok.

Cara penyajian:
- Ambil satu porsi nasi hangat, tambahkan 5-6 sendok makan sambel oncom. Aduk rata dan siap disajikan dengan pelengkapnya.

Nasi tutug oncom ala saya ini super irit ya...heheee :))

Saya pernah membaca referensi dari sebuah tabloid kuliner , bahwa pembuatan sambel oncom untuk nasi tutug oncom cukup ditumis tanpa minyak. Sedangkan saya lebih memilih menyesuaikan dengan kondisi oncom yang kadang masih keluar aroma oncom mentah kalau tidak ditumis dengan minyak.


Sambal oncom ala saya :)


Di beberapa daerah misalnya Bogor, nasi tutug oncom disajikan dengan taburan opak ketan yang sudah dihancurkan. Nahh, tau opak ngga? 
Opak adalah cemilan asin yang garing, renyah terbuat dari beras ketan yang dikukus kemudian ditumbuk halus, dibentuk dan dijemur sampai kering. Proses untuk pematangannya cukup disangrai atau dipanggang.
Di Tasikmalaya yang sudah terkenal sebagai sentra nasi tutug oncom, saya belum menemukan penjual nasi tutug oncom dengan taburan opak, mungkin yang tau bisa info ke saya ya :)

Oya, saya menyantap nasi tutug oncom ini tanpa tambahan sambel sedikitpun, alhamdulillah tetap nikmat.
Yuk dicoba juga nasi tutug oncomnya, happy cooking ;)
Lagi musim ' Arjuna ' dimana-mana, sampai bosan lama-lama denger nama ' Arjuna'. Apalagi aktor India yang memerankan Arjuna hampir setiap hari wara wiri di tivi. Bukan bosan liat aktornya sih, tapi bosan ko liat di tivi terus ya sekali-kali berhadapan langsung gitu lho, hahaa..

Nah, saya terlambat kalau di Tasikmalaya juga punya ' Arjuna'.
Bahkan seingat saya, ' Arjuna' Tasikmalaya ini bukan aji mumpung menggunakan nama yang sedang digandrungi. Melainkan sebelum serial fenomenal india tersebut tayang di tivi, ni Arjuna Tasik sudah duluan ada.
Siapakah dia?
Akankah dia menancapkan panah asmaranya pada saya?hihii
Berikut hasil foto-foto tentang ' Arjuna' yang saya maksud :
Ini Arjuna yang saya maksud. Pusat kerajinan dan Oleh-Oleh Khas Tasikmalaya.
Pemirsa jangan kecewa yaa..jadi inilah yang saya maksud ' Arjuna ' Tasikmalaya.
Sebuah tempat pusat kerajinan, oleh- oleh dan juga rest area terbesar di kawasan industri kerajinan Tasikmalaya.
Letaknya tidak terlalu jauh dari rumah saya lho, hehe ngga pentingg yaa. Tapi yang penting, lokasi Arjuna Pusat kerajinan berdekatan dengan Mesjid Itjeu dan juga Sentral Peuyeum, salah satu destinasi penting bagi wisatawan yang berkunjung ke Tasikmalaya.

Salah satu keistimewaan Arjuna dibandingkan tempat rest area lainnya adalah dari segi fasilitas dan sarana yang lengkap. Nih saya absen satu persatu yaa..

  • Lokasi strategis
Lokasi Pusat Oleh-Oleh Arjuna bisa dijangkau baik oleh Anda yang memang mau berkunjung ke Tasikmalaya atau arus balik dari Tasikmalaya. Letaknya tidak jauh dari pusat kerajinan Tasikmalaya dan juga Rajapolah, kampung saya, hehe
  • Parkiran Ekstra Luas
Dari hasil pengamatan saya, ckckkckk. Area parkir punya Arjuna ini oke banget. Sangat luaass, jadi kalau anda membawa rombongan 30 bis bisa muat disini lho.
Di bawah ini penampakan parkir luar, itu juga tidak bisa di capture semuanya.



  • Kemudahan Transaksi
Arjuna Pusat Oleh-Oleh menyediakan ATM Center dan Mesin EDC untuk mempermudah transaksi jual beli.
  • Fasilitas Rest Area Lengkap
Arjuna Pusat Oleh-Oleh dilengkapi dengan berbagai fasilitas rest area yang menurut saya sangat memadai. Mulai dari toilet luas, mesjid untuk sholat dan terdapat rumah makan beserta food courtnya.


  • Taman Bermain
Nahh ini paling beda, ada arena bermain untuk anak-anak yang di desain sangat nyaman dan kemarin saya lihat sedang terus ditambah fasilitasnya.
Hal ini penting lho untuk kembali menyegarkan buah hati setelah menempuh perjalanan jauh sehingga bisa kembali ceria dan semangat melanjutkan perjalanan berikutnya.

Jerapahnya mirip asli yaa..next time saya mau selfie sama jerapahnya , hehee

Sekarang waktunya pameran barang- barang yang dijual di Arjuna yaa..


Pertama masuk saya langsung menuju pojokan. Sstt bukan mau menghindar dari sorotan CCTV yaa, tapi tertarik sama salah satu pojokan yang ternyata sebuah butik mini ' Arjuna Shop'.
Saya perhatikan cukup banyak juga fashion yang dijual disini. Mulai dari sandal, wedges, T-shirt, baju anak-anak, scarf dan beberapa baju muslimah.


Bagi pengunjung yang memang secara mendadak memerlukan pakaian ganti setelah melakukan perjalanan jauh tentu sangat cocok untuk pilih-pilih di Arjuna Shop.


Selain pakaian, Arjuna Shop juga menjual aneka macam sandal baik itu sandal tradisional dan beberapa wedges yang dikombinasikan dengan aksen batik dan sandal khas Tasikmalaya yaitu kelom geulis. Yang belum tau Kelom Geulis itu apa, nanti Insya Alloh saya share lagi deh. Yang pasti, geulis itu artinya cantik kaya saya, hwehehe..


Daripada ribut sama pengertian 'geulis', langsung saja kita menuju ke tempat kerajinan yang dipajang. Diatas adalah contoh kerajinan berbahas dasar batok kelapa. Bagus banget yah, dari sebuah batok kelapa permukaannya bisa mulus dan  kinclong.
Oya, sebenarnya kerajinan khas Tasikmalaya adalah Anyaman pandan yang diaplikasikan ke berbagai aksesoris dan peralatan rumah tangga. Mau tau kan? Tenang...nanti dibahas menyusul, hihi


Selain perabotan dari batok kelapa, ada juga alat kesenian khas Sunda yang sudah Go International yaitu Angklung.
Coba tanya deh sama saya gimana cara memainkannya? Percaya saya bisa memainkan angklung?. 
Jawabannya saya ngga bisa memainkannya. Ya bukan alesan tidak cinta kampung halaman. Namun apalah daya dari zaman sekolah sampai sekarang sudah bergelar ' Emak ' bakat seni saya tidak tergali sedikitpun, hehee.
Jadi sedih ya..orang sunda tidak bisa memainkan alat kesenian sunda. Tapi saya tetap cinta Sunda ko, tidak bisa memainkannya bukan berarti tidak bisa ikut serta melestarikannya kan, ehm.

Replika alat musik Kecapi
Yang ini juga tidak kalah ' Go International ' nya yaitu Kecapi. Biasanya dipadukan dengan musik gamelan atau kecapi suling. Tapi yang ini cuma replikanya aja ya, bisa buat pajangan di ruang keluarga atau dijadikan oleh- oleh untuk saudara dan sahabat.

Pada kenyataannya, di Arjuna Pusat Oleh-Oleh ini asli banyak banget koleksi barangnya. Namun karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa meng capture satu per satu.

Serba- serbi pajangan yang unik


Kalau liat botol hias kaya gini, saya ingatnya sama film-film romantis yang menyimpan pesan di dalam botol, nah lho ga nyambung. Yang pasti bikin nya susah, merangkai satu persatu sampai bisa jadi perahu/kapal mini lengkap dengan aksesorisnya.
Sekarang kita pindahan ke koleksi oleh-oleh makanannya. Ada beberapa oleh-oleh luar Tasikmalaya yang bisa didapatkan sendiri seperti Brem dan nopia.

Asikkk, brem asli bisa dibeli disini lhoo..ngga perlu jauh-jauh kesana. Kecuali kalo memang sekalian piknik yaa..
Opak Singkong, cemilan kriuk dari Singkong dan ASLI khas Tasikmalaya.

Ini cemilan manis tapi garing, namanya Noga.

Namanya Teng-Teng, cemilan manis yang terbuat dari beras dan gula merah. Tapi kalau digigit rasanya kriuk renyah gitu. Cemilan ini asli buatan Tasikmalaya lho, unik kan ya..
Nah..itu hanya beberapa jenis yang sempat saya capture ya..capee, hauuss. Mari kita menuju ke Food Courtnya.

Harap antri yah..soalnya yang beli lumayan banyak
Oya, saya tidak sempat mengunjungi Rumah Makannya. Selain alesan yang tadi yaitu mepetnya waktu juga kebetulan perut sudah terisi penuh, hihii
Jadi saya hanya membeli Jus Stroberi saja untuk menghilangkan dahaga setelah lama berkeliling di dalam.

Jangan liat penampilannya yang tidak memakai gelas saji khas cafe ya, jus stroberinya enak, segarnya pas, kental dan harganya hanya 10 rb an aja. 
Yang ini saturasi nya naik dikit
Selain macam-macam jus, tersedia juga Bakso, Ice Bubble, dan juga gratis air teh manis.
Dari hasil tanya-tanya sama Teteh yang jagain konter, di rumah makan Arjuna menyediakan macam-macam masakan khas Sunda dan melayani Catering juga, cckckckkc komplit punya.

Jus sudah habis dan sekarang waktunya pulaangg...


Hari semakin sore dan pengunjung semakin padat. Bagi anda yang memang akan menuju Tasikmalaya atau hanya melintasi saja tidak ada salahnya untuk mampir terlebih dahulu ke Arjuna Pusat Oleh- Oleh.
Bisa beli oleh-oleh, makan, bersantai,  dan bisa mandi juga,mmmm.. praktis dalam satu tempat saja.

ARJUNA PUSAT OLEH-OLEH
JL. RAYA CIAWI KM 17 atau Daerah Jamanis dekat Mesjid Itjeu Tasikmalaya.
Alhamdulillah..senang rasanya mendengar Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah Jabar Fair tahun ini.
Jabar Fair atau kepanjangan dari Jawa Barat Fair merupakan ajang pameran terbesar di Jawa Barat dengan menampilkan berbagai produk dari beberapa kota dan kabupaten di Jawa Barat.
Jabar Fair 2015 diselenggarakan di Kota Tasikmalaya tepatnya di Lapangan Dadaha.


Saya pribadi sangat antusias mengikuti perkembangan informasi Jabar Fair karena salah satunya adalah tuntutan 'kekinian'. Masa iya warga Tasikmalaya belum berkunjung ke Event besar yang ciamik ini, hehe.
Selain dari itu, saya juga berharap mendapatkan inspirasi dari berbagai produk yang diikut sertakan di Jabar Fair sebagai bekal pengetahuan untuk usaha bakulan saya.
Oleh karena alasan tersebut, saya yang memang berada di Ujung Tasikmalaya bagian utara segera meluncur untuk melaporkan situasi terkini di arena Jabar Fair 2015.

Memang sewaktu saya berkunjung kesana, arena Jabar Fair masih dalam tahap penyelesaian stand tapi sudah dibuka untuk umum dan penjualan karcis juga saya perhatikan berjalan normal.
Menurut beberapa sumber informasi yang saya dapatkan, pada tanggal 30 Mei tepat saya berkunjung kesana, Pak Walikota Tasikmalaya memberi apresiasi dalam rangka merayakan Hari Memberi dengan memberikan tiket gratis sampai pukul 13.00.

Saya pun grasak-grusuk ngerjain bakulan supaya bisa kesana tepat sebelum jam 13.00
Asli lho ya saya bukan berharap tiket gratisan tapi saya punya asumsi kalau ada gratisan seperti ini maka sudah diyakini pengunjung akan membludak.
Bahkan saya juga masih sempat-sempatnya berkhayal bisa motret Pak Walikota dalam rangka hari memberi itu ** kasian banget ni orang kampung, hikss hikss
Selain dari dua alasan tersebut, saya juga ada jadwal mau ' meeting' sama Ibu Neneng ** Haii buuu** dalam rangka rencana piknik bulan depan, hihi

Pucuk dicinta, saya pun tiba di lokasi Jabar Fair sambil mandi keringet. Cuaca panas dan saya memang dari rumah bermodal mandi kilat ala kadarnya supaya bisa kejar tayang.
Dari sepanjang jalan menuju lapangan Dadaha, saya disuguhkan dengan deretan umbul-umbul yang sangat meriah. Rasanya hati ko senang banget ya, bangga bisa update status lagi di Jabar Fair, haha..
Bukan gitu juga sih, tapi saya bangga Tasikmalaya bisa mengusung Event sebesar ini. Great Job untuk semuanya!!

Ada hal yang saya lupakan, yaitu memotret gerbang utama Jabar Fair. Bukan lupa sih tapi lebih tepatnya deg-degan.
Wahh kenapa?? Rupanya sewaktu saya berkunjung kesana, pintu gerbang utama pas dijaga sama security-security yang aduhaii cukup menyeramkan **baca: ganteng **. 
Tanpa basa basi apalagi acara foto-foto saya langsung kabur ke dalam arena Jabar Fair ( ini nih contoh jurnalis tidak ketjeh, sama security aja kabur, wkwkkkw)

Sewaktu masuk pertama kali, saya disuguhi dengan stand seniman sunda yang memainkan alat musik sunda seperti kecapi, angklung dan suling. Ini juga saya tidak (belum) sempat mengabadikan pose kerennya karena yang bersangkutan masih dalam sesi latihan dan sepertinya kurang nyaman melihat saya memperhatikan mereka. Hmmhh geer ya kang..hihii

Lanjut masuk lebih dalam lagi ke arena Jabar Fair, mulai terasa nuansa berbeda. Stand-stand instansi pemerintahan terlihat mendominasi area pameran, juga stand dari beberapa Bank seperti Bank Indonesia dan Bank daerah kebanggaan Jawa Barat dan Banten yaitu Bank Jabar Banten.

Oyaa, stand instansi pemerintahan diluar kota Tasikmalaya juga sudah hadir lho. Seperti Dinas Koperasi dan UKM kabupaten Serang, Dinas Koperasi dan perdagangan kabupaten Ciamis juga stand dari daerah Pangandaran.


Yang dirasa sedikit kurang ' greget' adalah saya jalan sendirian saja. Mungkin karena masih awal dibuka jadi pengunjung masih sangat sedikit atau bisa juga karena saya terlalu rajin, hehe
Tapi hal itu tidak terlalu jadi masalah karena saya yakin waktu pameran yang masih lama pasti membuat warga menunggu saat ' ending' yang biasanya mengharukan karena banyak diskonan, hihii


Untuk season 1 ini saya belum sempat bertanya banyak hal dengan pihak stand-stand terkait tentang produk apa saja yang menjadi andalan mereka di Jabar Fair. Yang saya lihat semua stand hampir didominasi oleh kerajinan tangan dan sisanya oleh beberapa pengusaha fashion dan kuliner Tasikmalaya.

Stand Lapangan udara kebanggaan Tasikmalaya, Lanud Wiriadinata.

Selain stand outdoor juga terdapat stand indoor yang isinya cetar membahana yaitu stand Gemstone, bazar buku, elektronik dan aksesoris.

Ini dia nih toko aksesoris paling ' Hits ' di Tasikmalaya, Ratu Paksi yang membuka stand khusus di Jabar Fair 2015.


Tuh kan sudah mulai seru Jabar Fair nya, supaya menambah keseruannya berikut saya sertakan beberapa tips untuk berkunjung ke Jabar Fair 2015 :

  • Siapkan uang cash untuk berbelanja karena beberapa stand tidak menyediakan mesin EDC dan lokasi Jabar Fair yang sedikit berjauhan dari mesin ATM, apalagi jika anda berkunjung tanpa membawa kendaraan.

  • Payung bisa menjadi alternatif bekal utama karena arena Jabar Fair tahun ini tidak diselenggarakan di bawah satu tenda besar, melainkan tenda per stand dengan konsep outdoor. Hal itu untuk mengantisipasi turunnya hujan yang akhir-akhir ini sudah mulai naik curahnya di Tasikmalaya.

  • Tidak perlu risau kalau perut mendadak lapar saat berkunjung ke Jabar Fair 2015 karena berbagai stand makanan dan resto hadir disini. Salah satunya adalah resto sunda " Asep Stroberi ".
Besar harapan saya untuk bisa berkunjung lagi ke Jabar Fair dengan suasana yang lebih beda baik itu dari segi cuaca dan kesibukan saya sehingga bisa mengunjungi dengan santai satu per satu stand disana secara lebih detail.
Nantikan Jabar Fair season selanjutnya dan mari sukseskan Jabar Fair 2015 di Kota Tasikmalaya.

See u..
Bagi anda yang memiliki kesibukan baik di tempat kerja atau di rumah, keperluan akan jasa layanan pesan antar menjadi salah satu kebutuhan yang mulai digemari.
Beberapa restoran cepat saji misalnya, sudah dari dulu menerapkan sistem layanan pesan antar atau delivery order.
Bahkan pada saat ini, mulai banyak toko-toko online yang mulai berani menggunakan layanan Cash On Delivery. Tidak heran kalau produk-produk toko online mulai bersaing dengan supermarket dan pasar tradisional karena barang yang ditawarkan kini menjangkau barang keperluan sehari-hari seperti susu formula, bumbu dapur, bahkan sayuran juga sudah bisa dipesan secara COD ( Cash On Delivery)

Tapiii..mungkin itu semua berlaku bagi anda yang tinggal di kota- kota besar. Lha kalau saya tinggal di Tasikmalaya belum ada tuh layanan-layanan pesan antar selain restoran cepat saji.
Terkadang saya juga kalau sedang repot-repotnya di rumah (repot tidur, hehe), kemudian ada keperluan yang tiba-tiba harus dibeli dari swalayan di kota, rasanya cukup berat.
Mulai dari harus meninggalkan pekerjaan rumah, belum lagi hasna rewel plus ditambah saya belum mandi, ditambah angkutan umum yang seringnya nongkrong lama. Pastinya waktu kita terbuang banyak dan ujungnya kepala langsung pusing deh, cape.

Hal itu juga berlaku untuk bakulan kue saya. Untuk mengirim pesanan ke kota saya cukup kerepotan karena belum punya tenaga kurir sendiri. Pernah juga saya mencoba 'side job', bakulan plus jadi kurir nya juga. Ternyata, waktu kerja saya jadi sangat tidak efisien alias terbuang percuma.

Saya sempat mendapat rekomendasi jasa pesan antar dalam kota dari salah satu teman saya. Namun sayangnya, para jasa kurir dalam kota tersebut tidak mau melayani kerja sama dengan daerah saya yang katanya di ujung Tasikmalaya.
Ada juga yang bersedia, tapi menawarkan harga yang kurang masuk di dompet untuk skala pesan antar masih se-Tasikmalaya.

Rasanya saya ingin ngomel-ngomel sendiri, rumah saya kan di salah satu sentra oleh-oleh Tasikmalaya, masa iya tidak dianggap plus ongkosnya mahal banget, hiks.

Tapi kebingungan saya terpecahkan sudah. Rupanya kegelisahan hati saya juga dirasakan orang lain yang punya minat usaha di bidang jasa pesan antar untuk dalam kota dan seluruh wilayah di Tasikmalaya.

Inilah dia..Bude Kurir *standing applause*


Semenjak beberapa bulan yang lalu kenal sama layanan Bude Kurir, satu kata yang ingin saya ucapkan yaitu, PUAS.
Dengan prinsip usaha yang selalu ' On time' dan bergerak cepat, membuat saya sangat mendukung sekali kalau Bude Kurir dijadikan sebuah badan usaha yang resmi.

Lhoh ko gitu?
Ya karena berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, banyak warga Tasikmalaya yang sekarang lebih memilih jasa pesan antar untuk memenuhi beberapa kebutuhan harian.

Berikut beberapa kemudahan yang ditawarkan Bude Kurir bagi para calon pelanggannya :
  • Jenis Barang/ Jasa
Bude Kurir melayani semua jenis jasa pesan antar untuk siapa saja. Bisa untuk pengusaha kuliner yang sudah mapan, bisa juga untuk pengusaha skala rumahan, atau masyarakat umum bahkan perkantoran dan instansi semua bisa dilayani.

Untuk jenis item yang dijadikan pesan antar juga tidak monoton dengan makanan atau minuman. Mulai dari kirim paket, kirim parcel atau kejutan untuk orang terkasih, titip belanjaan, jemput dokumen tertinggal dan juga jemput anak juga bisa. Keren kan pemirsa??



  • Jangkauan
Bude Kurir menjangkau seluruh wilayah Tasikmalaya sekalipun itu di luar batasan wilayah kota ya. Jadi yang merasa tinggal di kabupaten terus ingin juga memakai jasa Bude Kurir itu bisa-bisa aja.
  • Ongkos Kirim
Ini dia nih yang selalu jadi dilema para konsumen ataupun pengusaha. Semakin jauh jarak tempuh dari tempat kirim ya semakin bertambah juga nominal ongkos kirimnya. Bagi para pengusaha juga banyak yang takut tidak laku karena berat di ongkos.
Tapi jangan khawatir pemirsa,
Bude Kurir menetapkan harga ongkos kirim yang sangat terjangkau sesuai wilayah dan jarak tempuh. Jadi bagi anda yang tinggal di luar wilayah kota Tasikmalaya **contohnya saya, masuk wilayah kabupaten** harga ongkos kirim sangat sesuai dan lebih hemat dibandingkan dengan repot-repot keluar rumah dan meninggalkan pekerjaan atau kesibukan.
  • Syarat & Ketentuan
Bagi anda yang akan menggunakan jasa Bude Kurir harap untuk mematuhi syarat dan ketentuan yang menurut saya sangat mudah, yaitu penjadwalan.
Hal itu disebabkan karena jam layanan pesan antar nya sudah semakin padat dan meningkat. Jadi kita tidak bisa seenaknya meminta jasa tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu atau secara mendadak.
Jadi segera jadwalkan kapan kita akan menggunakan jasa nya dan hubungi dengan pasti dan konsisten yaa..

Ini dia dua armada milik Bude Kurir..Mudah-mudahan seiring berkembang usahanya juga bertambah armada untuk membantu meringankan pekerjaan dan tentunya kebutuhan kita dong sebagai pengguna jasa.

Kang Budi Yulianto, owner Bude Kurir. Orangnya ramah dan baik lho. Jadi jangan sungkan untuk segera memakai jasa Bude Kurir

Berikut saya sempatkan capture beberapa pengusaha kuliner yang memakai jasa Bude Kurir :
Yuhuuu...Baso..Basoo, pengen Bakso tapi jauh dari rumah, segera hubungi Bude Kurir untuk pesan antarnya yaa...


Nahh dulu saya pertama kali dapat kontak Bude Kurir dari Teh Uli " Dapur Bubu Bia Spesialist Macaroni Schotel & Lasagna "..



Salad Buahnya bisa dikirim cepat sampai tujuan dengan bantuan Bude Kurir.


Ini nih yang lagi happening, Chizkek Lumer..biar tau gimana lumernya, langsung delivery order via Bude Kurir yaa..


Wooww, roti mariam ya..ko pakai nama saya ya?
Eeh ini Roti Maryam bukan Mariam, sekarang makin mudah didapatkan via pengiriman Bude Kurir


Ini dia contoh testimoni salah satu pelanggan jasa Bude Kurir, mantap.


Duuhh siapa yang tidak tahan lihat makanan pedas kaya gitu??..pesan sekarang dan Bude Kurir segera meluncur..
Dan lebih banyak lagi testimonial dan kepercayaan berbagai kalangan pengusaha untuk Bude Kurir.

Sekarang kembali bertanya pada diri sendiri. 
Apakah saya orang kantoran yang sibuk? 
Apakah saya ibu rumah tangga yang sering ribet kalau keluar rumah?
Apakah rumah saya cukup jauh dari lokasi tujuan order karena lokasi di pinggiran Tasikmalaya **pertanyaan menyindir saya sih**? 
Apakah saya suka mendadak lapar tapi males keluar rumah?

Kalau semua jawabannya IYA, berarti jangan terlalu lama galau dan ragu yaa..

Hubungi segera

Bude Kurir
Perum Pondok Indihiang Permai Blok D 13
Facebook : Bude Kurir
Pin BBB    :7DAC3AC0
Sms/ Tlf    : 0823 19954066




Balakècrakan, dari namanya saja sudah terbayang ngga ngerti bagi yang non sunda dan perut mendadak laper bagi orang sunda. Dalam pengertiannya, Balakècrakan merupakan suatu kondisi dimana orang banyak menikmati sebuah sajian atau hidangan secara bersama-sama di sebuah tempat atau bahkan di satu meja.
Di Tasikmalaya, Balakècrakan adalah nama sebuah tempat makan yang terletak di jalan Cipedes II No 32.
Berdasarkan info dari beberapa teman saya, warung sangu Balakècrakan merupakan satu induk usaha dengan warung sangu Nini Antèh yang kemarin saya review. Pantas saja konsep masakan dan penyajian disini sama otentiknya dengan di Warung Sangu Nini Antèh.
Hal yang sedikit membedakan disini adalah konsep ruangan yang sederhana, dan beberapa masakan favorit saya ga ada disini seperti ikan bakar yang katanya hanya di Nini Antèh saja, hiks


Konsep prasmanan di Warung Sangu Balakècrakan



Oya, sewaktu saya berkunjung kondisi tempat makan sepi karena waktu nanggung sekitar jam 3. Sebelumnya saya pernah berkunjung waktu makan siang, dan padatnya luar biasa. Kita makan seperti dikejar tamu yang terus berdatangan, haha
Beberapa menu yang biasa saya jumpai di Nini Antèh juga ada disini, seperti tempe mendoan dan oseng-oseng. Hanya saja untuk beberapa jenis gorengannya masih saya rekomendasikan Nini Antèh. Mungkin karena perbedaan juru masak ya, jadi walaupun satu konsep pasti ada sedikit perbedaan rasa.
Disini kita bisa memilih mau menikmati makan sambil duduk di bangku atau lesehan beralas tikar, unik ya.


Mau tau kan saya makan apa aja disini, hehe. Tetap menu favorit yaitu oseng-oseng. Kalau kata salah satu teman saya, di rumah masak oseng, coba pas makan di luar makan yang lain apa, hihi. Tapi itu namanya selera, tidak bisa diganggu gugat yaa.

Oseng Paria/Pare, Ulukutek Leunca, Oseng Genjer, Sambal Hijau, Nasi Putih, Ice Cream Cincau
Lapar atau rakus ya, haha

Sssttt, lihat piringnya deh. Jadul dan ndeso, tapi inilah yang membuat nafsu makan meningkat. Heh, emang makan piringnya juga?. Maksudnya selain masakan yang enak, tapi menurut saya suasana juga mendukung kita makan nyaman atau tidak, setuju?, oke.
Saya makan sepaket seperti foto hanya 12 rb saja, kalau dikurangi Cincau maka total makanan yang saya pesan hanya 7rb an aja. Murah banget kan ya, sementara harga bakso aja di tasik sudah mendekati angka gawat darurat 20rb/porsi.
Alhamdulillah, nikmat sekali makannya. Kenyang, karena kita makan banyak sayuran dan karbohidrat ya. Ditambah Ice Cream Cincau nya juga asyik banget. Rasa Cincau nya asli dari daun cincau ditambah ketan hitam, potongan roti tawar dan es krim yang banyak, ENAK.
Nah, untuk ice cream cincau hanya ada di warung sangu Balakècrakan, tapi kalau Es Goyobod bisa didapatkan disini atau Nini Antèh juga. 
Tunggu apalagi, ramai-ramai kita kujungi Warung Sangu Balakècrakan dan jangan lupa ajak saya juga ya, hehe
Bagi yang belum tau alamat atau letak persisnya, berikut saya tulis kembali alamatnya ya.

WARUNG SANGU BALAKÈCRAKAN
Jl. Cipedes II No 32 Kecamatan Cipedes 
Kota Tasikmalaya
Patokan dari Yogya Dept Store Mitrabatik nanti disitu tinggal bertanya saja ya.
Ingat pribahasa ya, malu bertanya sesat di perut, hihi

Saya suka kuliner tapi tidak suka jajan,hehe. Itu sih ngeles aja kali ya takut dikatain kuper, hihi.
Jujur saya kurang hafal nama-nama jalan atau daerah di Tasikmalaya. Kadang tau nama daerahnya tapi ga tau dimana tempatnya, hadeuh.
Alhamdulillah akhir-akhir ini banyak nganter pesanan ke kota dan juga menghadiri acara di beberapa tempat di kota. Jadi cukup lumayan menambah wawasan nama-nama jalan dan daerah ya minimal jalur protokol kota aja dulu, hihi.
Kalau ke kota saya juga jarang sengaja hunting kuliner, biasanya kalau habis belanja bahan terus makan di kota ya sekedar bonus aja deh, ga wajib dan ga diharuskan. Kalau dulu sewaktu masih suka nganter mamah ke Masjid Agung, pasti pulangnya wajib pake banget mampir ke Rumah Makan Ampera. Ya yang dibeli sih tahu tempe bacem, bisa dibilang makanan biasa di rumah tapi yang ini pakai antrian dan baki. 
Semakin lama, bosan juga ya tiap ke kota makan terus disana. Masalahnya bukan bosen menu nya,tapi bosan bayarnya, hadeuuh. Saya sendiri memiliki prinsip irit kalau sengaja beli masakan di luar rumah. Bukan iritology ya, ibaratnya saya membeli seporsi masakan balado. Tentu lebih hemat dibandingkan saya harus ngulek minimal 1/4kg cabe dan lebih praktis karena di rumah hanya saya yang bisa makan pedas.
Sampai suatu hari saya sedang mengantuk di angkot, mendadak hidung mencium sesuatu yang wanginya enak banget. Seperti wangi asap ikan bakar atau ayam bakar gitu. Asapnya terasa lembut membelai hidung, kayanya ini efek kelaperan. Masa asap aja membelai hidung, yang ada jerebuuu (ala upin ipin) kali ya.
Oke, sekitar bulan pertengahan bulan Januari 2015 saya memberanikan diri datang kesana, modal nekat dan modal uang dong tentunya. Secara terlihat dari parkirannya sepertinya ini tempat makan orang borju, hihi. Nanti gimana dong, saya bisa turun celemek kalau keliatan konsumen warteg, halaahh.
Pas masuk saya langsung 'terpukau', ssstt bukan terpukau melihat waiter ganteng ya. Mata saya terpukau melihat semua piring saji yang terhampar isinya makanan favorit saya semua. Mulai dari ulukuteuk leunca, lapis jengkol, terong balado, lotèk banjur, tumis peda, aneka pepes, sambal, lalapan, dll. Hampir saja saya kalap mau ngambil semuanya, hihi. Cuma ya malu sama para waitress yang berjajar mempersilahkan. Mungkin nanti mereka berpikir, ni tamu udah cewe,rakus pula,hihi.

Konsep prasmanan yang diusung oleh Warung Sangu Nini Anteh.
Ini porsi makan saya, besar banget kan ya. Tapi aslinya ini menu simpel banget lho, hanya setengah porsi nasi merah, 1 tempe mendoan, 1 ikan bakar kecil plus sambal (gratis).
Piringnya liat deh, jadul banget kan
Ini dia dapur yang terletak di halaman Warung Sangu Nini Anteh. TKP ikan bakar yang membuat saya tertarik berkunjung.

Yang lumayan membuat saya tercengang, ternyata harga lauk disana sangat terjangkau lho. Seporsi oseng-oseng aja cuma berkisar 3-4rb rupiah. Saya aja kalau pas lagi mepet beli ke warung nasi dekat rumah beli lauk 3rb aja ibu warung biasanya cemberut, hihi. Ga tau cemberut banyak tagihan apa gimana yang pasti melayani uang 3rb dengan kurang semangat,*ehh.

Dan yang paling membuat saya semakin terpukau, ketika masuk ke dalam ruangannya. Waaww, nuansa rumah dengan arsitektur sunda baheula ditambah ruangan makan yang memang disulap sedemikian rupa lengkap dengan properti klasik dan iringan musik gamelan
Berikut beberapa hasil jepretan ruangan di warung nasi Nini Anteh, klasik banget.
Oya, saya foto-foto gini susah lho, selain saya hanya sendirian juga banyak konsumen yang lalu lalang menghalangi objek.





Selain makan saya juga pesan minumannya dong, es kelapa gula aren dan pada kesempatan berikutnya saya mencoba es goyobodnya. Harga es kelapa muda gula aren sangat terjangkau, sekitar 6rb rupiah dan es goyobod hanya 4rb/porsi.




Selain makan di ruangan, kita juga bisa memilih lokasi semi outdoor yang juga tidak kalah nyamannya. Sayang sewaktu saya berkunjung kesana dan bersantap di ruangan semi outdoor keadaan sangat ramai sehingga kurang memungkinkan foto-foto.
Eh hampir kelupaan, ada beberapa cemilan gratis disini lho. Beberapa diantaranya, kue gem/kue kancing, teng-teng, dan kerupuk aci. 
Pokoknya warung nasi ini sangat memuaskan, baik itu dari pelayanan juga soal rasa dan menu yang sangat variatif.
Bagi yang belum pernah mencobanya, bisa langsung menuju patokannya dekat SMA Pasundan Tasikmalaya.
Yuk ah, sampai bertemu di piring selanjutnya.