Tampilkan postingan dengan label Snack Asin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snack Asin. Tampilkan semua postingan
Pertama mengenal tahu bulat waktu saya masih sekolah di Ciamis. Unik banget, terkesan premium karena hanya dijual di foodcourt salah satu swalayan dan rasanya enak. Belakangan baru tau ternyata tahu bulat itu khas kampung halaman saya yaitu Tasikmalaya.

Tahu bulat homemade buatan saya yang dibuat dari tahu kuning:-) 

Demam tahu bulat semakin dirasakan oleh saya ketika menetap di Tangerang. Dimana-mana tukang tahu bulat dan ada aja yang mangkal atau keliling. Bikin pengen pulang kampung, hehe

Tahu bulat adalah makanan atau cemilan khas daerah saya yaitu Tasikmalaya. Tahu berbentuk bulat, dengan rasanya yang gurih.
Di masa-masa emasnya, tahu bulat langsung melebarkan sayap bisnisnya dimana-mana.
Salah satu pengembang aplikasi game dari Bandung bahkan meluncurkan game populer Tahu Bulat yang konon mengalahkan game populer lainnya. Saya juga sempet download sih walaupun lama kelamaan bosen juga ya, hihi

Udah pernah download belum? Saya bisa merasakan punya uang ratusan juta gara-gara game ini lho :-D 


Tapi beda dulu sama sekarang..
Kalo dulu tahu bulat fenomenal karena keunikan bentuk dan rasanya yang khas, kalo sekarang keunikannya hanya dari cara penjualannya yang memakai mobil+ speaker dengan nyanyian khas
" Tahu bulat, digoreng 500 an, gurih-gurih nyoy"

Entahlah, mau diakui atau tidak makanan khas Tasikmalaya ini menurut saya sudah kehilangan ciri khasnya, mulai dari rasa tahu bulatnya sendiri juga kebanggaan masyarakat Tasikmalaya untuk terus menjaga tahu bulat sebagai ikon kota tercinta.

Produksi membludak dengan alasan mengembangkan sayap bisnis UKM kurang sesuai dengan standar keamanan pangan.
Bagaimana tidak, banyak beredar tahu bulat mentah di pasaran yang mengandung pengawet dan bahan kimia lainnya.

Salah satu brand tahu bulat yang terkenal kelezatannya, Misihu.  sumber foto: tahubulat-misihu.blogspot.com

Hal tersebut tentu banyak merusak penampilan tahu bulat, ada yang terlihat berair, berbau menyengat, rasanya getir plus tekturnya yang kering nyesekin tenggorokan, belum lagi tahu bulat yang sudah matang sangat cepat kempes walaupun sudah digoreng cukup lama.

Satu per satu pengusaha tahu biasa juga bikin tahu bulat versi pabriknya dengan harga yang saling menjatuhkan.
Satu masalah terbesar yang dihadapi para UKM mungkin terkekangnya harga jual sehingga monoton di satu harga bahkan kalo bisa lebih murah dari para pesaingnya, serta lebih melihat aspek keuntungan besar untuk sesaat bukan melihat efek produk kedepannya.
Sangat disayangkan ya..:-( 

Saya masih ingat beberapa bulan lalu mengikuti sebuah pelatihan di Indag  Kab Tasikmalaya dan membahas sebuah masalah pelik yaitu apa sih makanan khas kabupaten Tasikmalaya.
Konon katanya nasi tutug oncom itu udah terlalu mainstream, ga aneh bahkan terkesan murahan.

Hal itu terulang kembali sewaktu saya berkesempatan mengikuti pelatihan bersama Dinas Pariwisata Kota Tasikmalaya di Hotel Santika Tasikmalaya .
Di depan puluhan pengusaha kerajinan, Sivitas Akademika dan kalangan terkait lainnya,  pemerintah kota seakan curcol.

Katanya pemerintah Tasik itu udah malu dan bosan menyajikan Nasi Tutug Oncom sebagai menu hidangan utama dalam menyambut tamu-tamu luar daerah ( euleuh-euleuh, hihi) 
PR besar bagi para UKM seperti kami untuk menciptakan produk yang bisa jadi ciri khas Tasikmalaya.
Oke, 
Jujur sebenarnya saya tergelitik untuk membantah bahwa sebenarnya Tasikmalaya itu punya banyak ciri khas namun seringkali terabaikan oleh masyarakat dan pengembangnya sendiri.
Salah satunya ya tahu bulat ini, tahu bulat yang kini tidak lagi bulat komposisinya.

Mengapa kita harus mencari produk baru tapi sebuah produk yang sudah menjadi ciri khas malah diabaikan dengan alasan ngga mainstream lah, murahan lah.

Kenapa kita ngga memikirkan inovasi apa yang bisa memperkuat ciri khas tersebut sehingga bisa bertahan sepanjang masa. Contoh, peuyeum Bandung, manisan Carica Dieng, Gudeg Yogyakarta, keripik singkong Balado Padang , getuk goreng dan masih banyak lagi.

Jujur saya kurang setuju aja orang Tasikmalaya sendiri menjelekan produk sendiri, mau kapan Tasikmalaya maju kalo penduduk dan pejabatnya juga pesimis.

** duhh ko jadi esmosi ya:-P

Nah daripada terbawa emosi ga jelas, mending kita coba bikin aja nih tahu bulat versi rumahan.
Tahu bulatnya dibuat dari tahu kuning/tahu putih yang dihaluskan. Insya Alloh higienis dan bisa dikreasikan lagi sesuai selera.
Penasaran?



Tahu Bulat

- 3 buah tahu kuning/tahu putih ukuran cukup besar
- 1 siung bawang putih, haluskan
- 1/2 sdt kaldu bubuk/garam * kalo kurang asin bisa ditambah ya, kebetulan tahu yang saya pakai sudah cukup asin
- 1/4 sdt lada bubuk
- 1/2 sdt Baking Powder
- Sedikit gula pasir untuk menambah gurih alami
- Minyak Goreng secukupnya
- Kain berpori halus untuk memeras tahu

Cara Membuat :

- Haluskan tahu, peras menggunakan kain sampai semua airnya keluar.
- Siapkan wadah, masukan tahu yang sudah diperas ,campurkan kaldu bubuk, lada bubuk, baking powder dan sedikit gula pasir. Aduk rata, tes rasa.
- Panaskan minyak goreng dengan api sedang, goreng tahu bulat sampai matang.
Bisa dilihat dari bentuk tahu bulat yang mengembang, kulit luarnya garing dan berubah warna kuning kecoklatan.

Kulit luarnya garing, dan tekstur dalamnya lembut. Persis tahu bulat dulu yang pertama saya coba:-)


Tahu bulat ini anti kempes lho, kemarin saya coba goreng jam 6 pagi, sampai jam 1 siang masih tetap bulat *kan namanya juga tahu bulat ya hehe..
Kualitas tahu yang dipakai juga mempengaruhi rasa, jadi usahakan pakai tahu kualitas baik ya :-)

Selain dimakan langsung, tahu bulat juga bisa dimasak dengan bumbu semur, asam manis atau dibikin sup. Insya Alloh nanti saya update lagi.

Finally,.
Memang saya tidak bisa berbuat banyak untuk Tasikmalaya. Akan tetapi sebagai seorang emak yang terlahir di tanah yang konon dijuluki " Delhi Van Java " ini, harapan saya sangat besar untuk  melihat Tasikmalaya bisa lebih menghargai ciri khasnya sendiri, termasuk Tahu Bulat ini.

Bukan hal tidak mungkin para pengrajin tahu bulat bisa dikumpulkan dalam sebuah Paguyuban, sehingga mudah untuk diberi arahan tentang produk yang aman, menarik, dan higienis.
Kerjasama Pihak Pariwisata dengan Chef-chef senior di Tasikmalaya juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendongkrak daya tarik makanan khas Tasikmalaya ini menjadi lebih variatif.

Bahkan saya sempat membayangkan ada sentra tahu bulat yang bisa jadi sarana edukasi serta wisata kuliner Tasikmalaya. Ya kita ambil contoh Serba susu Lembang yang memanfaatkan susu murni jadi berbagai olahan *ko jadi kangen kerupuk susunya nih :-P 

Memang teori itu mudah diucapkan namun seringkali pelaksanaannya yang sulit.
Tapi saya yakin ko, minimal dengan adanya rasa memiliki dan menghargai atas kekayaan dan ciri khas yang kita miliki sekarang,  Insya Alloh kita bisa maju bersama untuk Tasikmalaya, aamiin.

**mana penduduk Tasikmalaya yaa suaranyaa, ko jadi ngelantur mirip lagi orasi demo hihi :)

Nah daripada ikut ngelantur, yuk coba bikin tahu bulatnya. Ingat selalu slogan dapur saya ya, " Hemat, Lezat,  Sehat "









Happy Birthday KBB...Happy Birthday KBB..Happy Birthday...Happy Birthday..Happy Birthday KBB...*yeeee tepuk tangannya mana? :D


Sebagai member yang terbilang masih baru, tentu saya sangat senang bisa menjadi bagian dari ulang tahun KBB yang ke 8 pada tahun ini.
Banyak sekali kemajuan yang saya rasakan pada proses belajar perbakingan saya semenjak gabung dengan KBB. Salah satu yang sangat berpengaruh adalah adanya rasa 'berani' dalam menghadapi resep apapun.
Padahal saya ini sebelumnya sangat penakut, baca resep roti dan pastry pasti langsung kabur :D Namun tantangan uji pracoba member saya malah Mexican Buns dan Pisang Molen, dan ternyata bisa diselesaikan dengan baik, alhamdulillah :)
Tantangan dalam menyambut ulang tahun KBB kali ini adalah membuat soesmaker yang diadaptasi dari tabloid SAJI.



Sebenarnya saya sudah memenuhi tantangan dari awal bulan September dan entah kenapa baru laporan resmi menjelang deadline yaa, pelupaa hehe :D
Padahal kalau lewat satu hari saja berarti ngga ikutan tantangannya dong, hikss
Soesmaker merupakan salah satu snack jadul yang gurih, saya kurang paham juga berasal dari daerah atau negara mana*udah keliling google tapi tidak menemukan petunjuk. Pembuatannya murni spongecake namun penggunaan telurnya lebih banyak dibanding terigunya sehingga teksturnya ringan.



Soesmaker

1 siung                  bawang putih, dicincang halus
2 sdm                    tepung terigu protein sedang
150 ml                   air kaldu ayam
50 gram                ayam suwir
5 batang               buncis, diiris halus, direbus
30 gram                wortel, dipotong dadu, direbus
1/4 sdt                  garam
1/8 sdt                  merica bubuk
1/4 sdt                  pala bubuk
1/4 sdt                  gula pasir
1 sdt                      seledri, dicincang halus
1 sdm                    margarin untuk menumis

Bahan Cake:
5 bh                       kuning telur
3 bh                       putih telur
75 gram                gula pasir
1 sdt                      emulsifier (sp/tbm)
75 gram                tepung terigu protein sedang
50 gram                margarin, dilelehkan

Cara Pengolahan :
Isi:
Panaskan margarin. Tumis bawang putih sampai harum. Tambahkan tepung terigu. Aduk sampai berbutir. Tuang air kaldu ayam sedikit-sedikit sambil diaduk sampai licin.
Masukkan ayam suwir, buncis, wortel, garam, merica bubuk, pala bubuk, dan gula pasir. Masak sampai kental. Tambahkan seledri. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

Cake:
Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu sambil diayak dan diaduk rata.
Masukkan margarin leleh sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
Tuang sedikit adonan di cetakan muffin yang dioles margarin. Beri isi. Tutup lagi dengan adonan.
Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.
Untuk 25 buah




Tantangan kali ini Alhamdulilllah bisa diselesaikan saya dengan lancar*walau laporan telat :)) dan rasa soesmakernya juga enak.Sedikit terlalu manis sepertinya gara-gara timbangan punya saya sempat error jadi nimbangnya ada yang pakai jurus kira-kira ;D
Isian soesmaker juga bisa dikreasikan sesuai selera dan kebutuhan. Contohnya saya suka makanan pedas jadi soesmakernya saya ganti topping kejunya dengan cincangan cabe merah.
Rasanya menjadi unik karena cincangan cabe merah tersebut jadi kering dan wangi-wangi gimanaa gituuu :D
Eeeh iya ada satu kesalahan saya, hampir semua foto soesmaker ternyata typo. Harusnya soesmaker bukan soes maker ya, hehee mau diganti tapi setelah ngubek-ngubek file foto aslinya sudah terhapus. Jadi mohon dimaafkan ya bu Hostt, hehe


Sekali lagi saya ucapkan " Selamat Ulang Tahun KBB Yang Ke 8 "
Do'a saya semoga di usia sekarang KBB semakin kompak dan salah satu harapan saya adalah bisa kopdar bersama teman-teman KBB semuanya lhoo :)
Terima kasih KBB, karena tantanganmu saya menjadi seorang "pemberani' saat praktek resep, berani mencoba, berani gagal dan saya sangat bangga menjadi anggota Klub Berani Baking.

Salam hangat untuk semua member KBB dan host tertjintah..:)


Saya mempunyai seorang teman yang sekarang menetap di negeri sakura, namanya Teh Umie Kulsum dengan putri kecilnya yaitu Neng Yuri Chan. Nah, saya sih lebih sering memanggilnya Bun Yuri, mudah-mudahan sih Teh Umie ikhlas dipanggil suka-suka hati saya :D

Teh Umie dan Neng Yuri Chan..big hugs dari Tasikmalaya :D
Awal pertemanan kita di sebuah grup masak yang pada saat itu lagi 'happening' sama resep rujak cireng. Usut punya usut, ternyata kami ini satu selera sama-sama pecinta masakan dan cemilan sunda, intinya klop banget deh.

Setiap harinya kami saling bertukar cerita seputar menu masakan dan cerita sehari-hari. Pokoknya kalau lagi senggang waktu, rasanya messenger dan whatsapp milik berdua deh yang lain ngontrak, ahahaha :D
Sampai beberapa kali, Bun Yuri mengirim foto keripik bawang untuk konsumsi di rumahnya dan pesanan beberapa pelanggannya.
Ahh dalam hati saya juga pengen, pengen sudah jadi aja gitu maksudnya, hehehe. Untungnya sih kita jauhan, kalau dekat sepertinya saya mau tiap hari nunggu masakan di dapurnya deh.

Foto ini yang memprovokasi saya untuk bikin keripik bawang juga: )
Keripik bawang merupakan salah satu keripik atau camilan yang menurut saya tidak lekang dimakan waktu dan tidak mengenal usia. Semenjak masih sekolah, saya doyan sekali ngemil keripik bawang, makanya sekarang tidak heran juga sih liat Hasna ngemil keripiknya oke punya, satu toples sudah milik pribadi aja.


Tingkat kesulitan dalam membuat keripik bawang adalah uji nyali dan kesabaran. Uji nyali yang dimaksud saya  adalah memindahkan pasta maker yang biasanya tersimpan rapih dalam dus atau lemari dan harus dipindahkan ke meja kerja dapur. Bagi yang bakingnya masih "moody" seperti saya, pasta maker bisa nampak terlihat seperti barbel 10 kg hihii :)


Nah, kesabaran juga jadi tantangannya. Biasanya kalau kita lagi nyicil goreng adonan keripik, orang rumah bisa mendadak pada baik hati deh, nemenin di dapur sambil sesekali nyomot keripik yang sudah matang. Eehh kapan toplesnya penuh dong??


Tapi itulah suka dukanya di dapur, lebih banyak sukanya ko daripada dukanya. Apalagi hasil masakan kita disukai keluarga dan orang terkasih, hmmh ga usah nanya gimana senangnya ya :)
Yang mau ikut uji nyali juga, yuk langsung persiapkan bahan dan alat-alatnya.



Keripik Bawang Edam
Source :Parmesan Cheese Stick NCC
Modifikasi : Mariam

Bahan :
300 gram tepung terigu protein sedang
200 gram tepung sagu
4     butir telur
1     sdt    garam * campur dengan sedikit kaldu dan lada bubuk
100 gram bawang merah
50 gram daun seledri
35 gram  margarin
70 ml air
100 gram keju edam parut* ini asli ide saya karena masih mempunyai stok keju edam di kulkas.
Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :

  • Haluskan bawang merah dan iris halus daun seledri, sisihkanan
  • Dalam sebuah wadah, campurkan tepung terigu dan tepung sagu. Buat lubang ditengahnya, masukan telur. Aduk rata
  • Tambahkan bawang merah halus, irisan daun seledri, garam, kaldu dan lada bubuk. Tambahkan air sedikit demi sedikit. Hentikan penambahan air jika adonan sudah cukup kalis.
  • Bagi adonan menjadi beberapa bulatan, pipihkan.
  • Tipiskan adonan menggunakan pasta maker secara bertahap sampai ukuran paling tipis.
  • Potong-potong adonan sesuai selera. Ulangi sampai semua adonan habis.
  • Panaskan minyak goreng dengan api sedang. Goreng keripik sampai matang.
Satu resep ini jadinya lumayan banyak sekitar 2 toples ukuran besar, itu juga sudah dimakan beberapa potong sama tukang masaknya, hihii
Soal rasa, saya kasih garansi enak pake banget. Siapa sih yang tidak tau sama resep-resep NCC yang oke punya :) Kalau belum tau harus langsung trial aja ya.

Untuk ukuran keluarga kecil, satu resep ini cocok deh untuk menemani kumpul keluarga sambil nonton acara favorit. Lupakan sejenak dietnya, kan perut juga perlu refreshing**nah lhoo LOL


Oya, tidak lupa saya eneng-eneng (pamer) dulu keripiknya sama Bun Yuri dan jawabannya selalu membuat saya seperti sedang berada di Tokyo, oishi so ;))
Terima kasih banyaak ya bun, yang sering kirim saya foto-foto makanan supaya semangatnya ikut menular.
Salam keripik..kriuk..kriuk, yummy :D


Entah saya yang terlalu percaya diri, tapi setiap membuat martabak telor cepat saji selalu laris diserbu keluarga tercinta. Bahkan kakak saya waktu mudik kemarin minta dibuatin terus setiap harinya, katanya sih setahun sekali makannya jadi ngga takut kolesterol. Padahal tukang martabak telor juga banyak dekat rumahnya, heran deh :D
Saya sempat ada ide untuk mencoba membuat martabak telor ala abang-abang, tapi belum kesampaian juga. Selain masalah waktu yang belum disempatkan, martabak telor praktis ala saya sepertinya lebih cocok bagi yang ingin hemat waktu tapi tetap bisa menyajikan cemilan yang disukai keluarga. Selain hemat waktu, membuat martabak telor praktis seperti ini juga hemat biaya dapur lho,,sssttt

Nah, apa sih sebenarnya yang istimewa dari martabak telor rumahan ala saya?
Berikut beberapa tips yang bisa disesuaikan dengan selera keluarga di rumah :
  • Untuk campuran adonan telur : Tumis daun bawang, bawang bombay dan bawang putih sampai layu dan keluar aromanya. Bisa mengguanakan minyak goreng atau margarin untuk menumisnya.
  • Tambahkan beberapa tetes kecap ikan. Bisa diganti dengan kecap asin, saus tiram, saus teriyaki atau saus tomat. Untuk saus tomat, lebih pas dipadukan dengan bumbu kari.
  • Kalau suka keju, bisa ditambahkan parutan kasar keju cepat leleh di setiap potong martabak telornya.
  • Untuk kulit lumpia atau spring roll yang instan, lipat dua lembar kulit sekaligus. Jadi isiannya bisa padat dan kulit lumpia tidak cepat bocor. Dengan cara ini juga hasil martabak telor yang sudah matang saat digigit kulitnya jadi berlapis agak tebal. Mirip-mirip martabak telor abang-abang :D.
  • Satu lagi yang saya sarankan adalah tambahkan sejumput gula pasir pada adonan isiannya. Jangan lupa tes rasa yaa.
  • Cara menggorengnya cukup dengan api sedang saja. Tiriskan martabak telor yang sudah matang pada tissue dapur supaya tidak terlalu menyerap minyak.

Isian bisa ditambahkan berbagai bahan favorit keluarga, saya sempat membuat isian beef, milk tofu dan sayuran seperti kol dan jagung manis. Mudah dan layak dicoba di rumah khususnya bagi  pelanggan martabak telor abang-abang yang rela ngantri berjam-jam :))
Happy Cooking..

#ODOP#BloggerMuslimah

Posting cemilan favorit nih..
Gara-gara kebanyakan chatting sama teman saya yang juga penggemar cimol, saya jadi semangat bikin. Yang jadi masalah karena teman saya ini tinggal di luar negri yang ngga ada tukang cimolnya, hadeuhh. Sepertinya peluang bagus untuk pengusaha cimol buka outlet di luar negri nih, hehe

Cimol adalah cemilan atau jajanan khas Jawa Barat. Pokonya orang sunda senang sekali dengan olahan dari Aci. Sebut saja Cilok, Cireng, Cimol, Cibay, Cigor, malah ada juga Cibas, wahh banyak banget kan.
Saya sendiri masih ingat dulu paling senang jajan Cimol Basah di sekolahan. Jadi tekstur cimolnya tidak kering tapi matang, susah dijelaskan pokonya, hehe.
Cimol juga banyak macamnya ya, ada cimol yang kering seperti kerupuk, cimol yang alot, juga cimol yang empuk. Saya pribadi senang semua jenis cimol. Yang pasti cimolnya harus bebas pemutih dan digoreng dengan minyak yang jernih atau kualitas baik.


Saya kemarin menyempatkan bikin cimol sendiri di rumah. Memakai resep hasil googling sana sini, hadeuh.
Sebenarnya di rumah ada buklet hadiah dari salah satu tabloid masak yang isinya spesial membahas cilok sama cimol. Tapi beberapa kali saya coba resepnya ko sepertinya kurang manjur di tangan saya.
Oke sip, dari hasil percobaan beberapa kali saya sangat puas dengan resep yang ini. Pertama hasil cimolnya enak, teksturnya tidak alot dan cara membuatnya sangat simpel. Oya, jenis cimol yang saya posting ini termasuk jenis cimol empuk bukan cilok garing yang kriuk-kriuk.

Cimol

Source : Mba Diah Didi

Bahan :
100  gram Aci / sagu
25    gram terigu
100  ml Air mendidih
1/2   butir putih telur
1      sdt kaldu ayam bubuk
Garam secukupnya
Merica secukupnya
1/4   sdt gula pasir
2      siung bawang putih, haluskan
1      batang daun bawang, iris halus

Cara Membuat :
Campur semua bahan kecuali air. Tuang air mendidih sedikit demi sedikit hingga adonan kalis dan mudah dibentuk.
Bentuk adonan bulat-bulat kecil dan goreng dalam minyak panas.
Mba Diah Didi menggorengnya dengan cara memanaskan minyak terlebih dahulu kemudian api dimatikan dan semua cimol dimasukan, tunggu sebentar dan nyalakan kembali api dan goreng sampai matang. Tapi saya kemarin  langsung menggorengnya dan Alhamdulillah bebas dari insiden ledakan cimol, hehe
Oya saya juga tidak memakai daun bawang karena hasna suka protes kalau makan makanan yang terlihat daun bawangnya, hihi
Tekstur kulit luar nya garing dan saat digigit terasa lembut bagian dalamnya. Dinikmati dengan bumbu cabe bubuk, hmmhh pedas nya mantap.
Yuk ah bikin,
Happy Cooking

  
Sering masak di rumah bukan berarti tidak pernah ngiler kalau lihat jajanan abang-abang ya,hehe. Apalagi yang istilahnya sedang 'booming', pasti saya bela-belain beli deh untuk membayar rasa penasaran. Kadang kalau sudah pernah mencoba membeli, saya ngga pernah beli lagi. Praktek di rumah pakai ilmu kira-kira supaya kenyang makannya, hihi.
Akhir-akhir ini lagi banyak yang jualan Tahu Crispy. Sebenarnya ini sudah lama 'boomingnya', tapi saya belum pernah beli. Sampai suatu hari, mamah sengaja beli tahu crispy ini sepulang dari sebuah acara. Katanya, yang beli ngantri banget jadi mamah ikutan ngantri juga.
Tahu crispy adalah tahu pong yang digoreng garing dan dibalut sedikit tepung. Beda pedagang, beda pula gaya tahu crispy yang mereka jual. Ada yang tipe Fried Chicken, ada juga tipe pemalas yang tepungnya sedikit banget, jadi mirip goreng tahu aja, hehe.
So far, saya suka tahu crispy yang tidak terlalu tebal tepungnya juga tidak terlalu sedikit. Terasa tahu nya tapi juga tidak polos tahu goreng ya.
Nah yang bikin males nih, abang-abang yang jualan tahu crispy yang enak menurut selera saya ngga ada dekat rumah. Lumayan sekitar 30 menitan dari rumah, belum lagi lokasinya masih berbelok-belok lagi. Kalau ngidam keburu pingsan kayanya, hihi
Daripada terus berkhayal, saya akhirnya memutuskan bikin sendiri aja. Pakai ilmu bayangan dan ilmu kira-kira tentunya dong. Jadi dibayangkan tahu crispy nya terus di kira-kira cara membuatnya, hehe
Buat yang belum tahu seperti apa Tahu Pong, berikut penampakannya masih mentah ya.

Kalau saya setiap beli tahu dari pasar selalu direbus sekitar 1 menit di air mendidih. Tujuannya supaya steril aja sih, takut kuman nihh ye, hihi
Tapi kalau untuk membuat tahu crispy memang kondisi tahu harus sedikit basah ya. Tekniknya seperti membuat Fried Chicken, bahan basah bertemu bahan kering dan terus diulang step nya sampai pada balutan yang sesuai selera kita.

Tahu Pong basah dilumuri tepung
Tapi saya kali ini tidak membuat versi tebal ya, hanya tipis-tipis saja. 
Bahannya mudah didapatkan, harga terjangkau, dan makannya kenyang.

Tahu Crispy Abang- Abang
Resep : Mariam

Bahan : 
-  1 kantong Tahu Pong ( saya kemaren memakai tahu pong ukuran mini )
-   Tepung terigu dan Maizena
( Perbandingannya misal, 5 sdm makan terigu : 2 sdm maizena )
Bisa diganti 1 bungkus tepung bumbu crispy siap pakai.
- Garam, lada bubuk secukupnya
( Skip kalau menggunakan tepung bumbu instan )
- Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
- Rebus atau rendam tahu pong dalam air mendidih. Buang air rendaman, belah dua bagian.
- Dalam satu wadah campur terigu, maizena, garam dan lada bubuk. Bagi adonan tepung menjadi 2 bagian.
- Masukan tahu dalam kondisi sedikit basah ke dalam satu bagian tepung, aduk sampai tepung membalut rapi tahu.
- Masukan tahu yang sudah terbalut tepung basah ke satu lagi adonan tepung kering. Aduk rata sampai terbentuk lapisan tipis di kulit tahu.
- Goreng dalam minyak panas sampai kering.
-   Sajikan dengan taburan cabe bubuk atau bumbu keju.



Hmmmh, teksturnya memang crispy lho dan tidak keras. Jadi masih terasa lembut tahu tapi luarnya garing.
Dinikmati dengan cabe bubuk memang paling mantap. Sekantong tahu pong ini hasilnya lumayan banyak untuk ukuran satu porsi.
Alhamdulillah, hari ini bisa menikmati tahu crispy dengan santai dan kenyang.
Yuk bikin juga, happy cooking
Jadi ceritanya salah satu kakak saya sudah lama menetap bersama keluarganya di Wonosobo. Saya pernah berkunjung kesana sewaktu masih lajang dan tentunya sudah lama sekali ya.
Satu kesan yang sulit dilupakan adalah susana damai dan udara sejuk Wonosobo. Jalan protokolnya rapi dan bersih, pantas saja kota mungil ini mendapat penghargaan Adipura untuk beberapa kali.
Dari segi Infrastruktur tentu sangat jauh dengan Tasikmalaya yang menurut saya semakin hari semakin " metropolitan wanna be". Tapi Wonosobo sangat pintar memanfaatkan kesederhaan menjadi sebuah daya tarik yang tidak mudah dilupakan. Mulai dari kulinernya, kekompakan warganya dan juga konsep kota yang sudah meraih beberapa penghargaan pemerintah. Ditambah lagi Wonosobo memiliki aset wisata yang benar-benar dimaksimalkan yaitu Kawasan Pegunungan Dieng.
Duh kangen deh..kenapa judulnya tempe kemul tapi ceritanya jadi panjang gini ya, hihi.


Back to Tempe Kemul, ini menu sarapan ter favorit sewaktu saya berkunjung kesana. Dinikmati dengan segelas teh manis dan sukses membuat suara saya serak karena sehari bisa habis 3-4 potong tempe kemul lho saking enaknya. 
Apa sih beda Tempe Kemul dan Tempe Mendoan? Ada yang bilang sama saja karena pada dasarnya adonan sama dan tempe nya juga sama. Tapi kalau menurut lidah saya, tempe mendoan teksturnya lembut karena memang seperti setengah matang tapi kalau tempe kemul ya garing aja. Jadi sewaktu dimakan teksturnya, kriuukk. Dan untuk mendoan biasanya memakai daun bawang sedangkan Tempe Kemul memakai campuran daun kucai.

Eh, ada satu pengalaman tidak terlupakan sewaktu saya membeli tempe kemul. Jadi pada dasarnya si Tempe kemul ini banyak banget yang jual, jadi pintar-pintar kita saja memilih mana penjual yang memang rasa tempenya enak. Tapi dari semua penjual tempe kemul, semuanya memiliki kemampuan atraktif lhoo.
Mereka mencelupkan tempe ke adonan dengan tangan dan memasukan ke minyak goreng panas juga pakai tangan dan melebarkan adonan dalam minyak panas dengan tangan juga. Hah, hebat banget kan ya, tangan mereka tahan panas. Tapi tangannya bersih ya, soalnya saya lihat mereka lap dulu tangannya walaupun yang jadi ngeri adalah atraksi mereka itu lho.

Karena kangen yang tidak kunjung sembuh sama tempe kemul, jadi saya memutuskan bikin sendiri di rumah.
Tertarik juga kan, berikut resep yang saya pakai.

Tempe Kemul Wonosobo
by Mariam

200 gram tempe atau 1 blok, diiris tipis
250 gram terigu protein sedang
4     sdm tepung beras
400 ml santan atau air putih biasa
( Penggunaan air bisa lebih atau kurang ya, intinya masukan air sedikit demi sedikit )
Daun Kucai secukupnya, diiris memanjang
Garam dan kaldu bubuk secukupnya
Minyak Goreng

Bumbu Halus :
2 ruas kunyit
1 sdm ketumbar
1 sdt lada butir
1 ruas kencur
1 siung besar bawang putih
3 siung bawang putih

Cara Membuat :
-    Haluskan semua bumbu halus, sisihkan.
- Dalam sebuah baskom atau wadah lainnya, campur terigu, tepung beras, santan/air dan bumbu halus. Masukan garam dan kaldu bubuk, tes rasa.
-   Balut/ kemul tempe dengan adonan dan goreng dalam minyak panas.
-    Nikmati hangat dengan cabe rawit



Mudah banget kan ya, lumayan obat kangen sama Wonosobo nih walaupun saya gorengnya tidak pakai tangan ya, huhu bisa melepuh kalo saya goreng pakai teknik Mbak2 tempe kemul Wonosobo, hehe
Ingin rasanya berkunjung lagi kesana dan mau beli tempe kemul sepuasnya dan foto atraksi gorengnya ya.
Oke, Happy Cooking dan mari kita piknik ke Wonosobo kapan- kapan, hiks

Putih telur di kulkas sisa pesanan kue kering sudah menumpuk, menunggu untuk segera di eksekusi.
Mencari ide yang simple dan disukai orang rumah termasuk saya dong, 😅
Akhirnya setelah timbang menimbang saya memilih untuk membuat Martabak Telor.  Kulitnya praktis dari kulit lumpia, isiannya juga sangat mudah. Tahu putih dihaluskan dicampur dengan kocokan putih telur dan daun bawang secukupnya.
Sangat nikmat disajikan hangat dengan saos sambal atau cabe rawit. Bahkan bisa juga dijadikan martabak mesir ekonomis, cukup dengan tambahan saus cuko dan acar timun kalau suka.

Happy Cooking😊😊