Tampilkan postingan dengan label Dessert. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dessert. Tampilkan semua postingan
Pengen banget main ke Dieng, tapi selalu kena ledekan kaka, emang kuat naik gunung nya bi?**skak mat dehh 
Padahal kaka saya sudah menetap disana kurang lebih 9 tahun lho tapi masih belum yakin membawa adik tercintanya ini mendaki gunung dieng, hihii



Semenjak pindah ke Wonosobo, kaka selalu membawa manisan buah Carica sebagai oleh-oleh utama selain keripik kucai, keripik jamur dieng, keripik kentang dieng dll. Pokonya oleh-oleh Wonosobo itu banyaakk bangett. Itu belum termasuk Mie Ongklok yang belum bisa dibungkus :)

Beberapa teman, tetangga bahkan saudara banyak yang belum tau apa itu buah Carica. Jadi kita kenalan dulu yuk, Insya Alloh makin kenal makin tambah pengen main ke Dieng *eeehh

Menurut Wikipedia, Carica ini masih kerabat dekatnya pepaya, namun lebih menyukai dataran tinggi dan basah untuk pertumbuhannya. Jadi yang merasa halaman rumahnya gersang, tutup rapat keinginan untuk menanam buah Carica, karena dia tidak menyukainya ** I dont love you kalo Carica bisa nyanyi MCR mah hihii :)

Disebutkan juga bahwa buah carica memiliki kandungan kalsium, vitamin A, vitamin C juga kandungan minyak atsiri yaitu minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Hmmh pantas saja buah Carica harumnya menggoda banget :)

Sewaktu saya berkunjung ke rumah Kaka di Wonosobo lumayan sering memperhatikan teteh membuat manisan buah Carica. Manisan Carica buatan teteh rasanya enak segar, lebih enak dibandingkan beli manisan buah carica kemasan lho ;)**ngarep langsung disuruh piknik ke Dieng nih :D
Teteh juga bilang kalau harga buah carica ini terjangkau dan mudah didapatkan di pasar tradisional wonosobo. Soal pengolahan juga sangat mudah dan bisa dilakukan tanpa harus menggunakan alat atau bahan khusus. Jadi penasaran juga nih, mau ikutan bisa juga mengolah buah Carica**kepooo

Pas banget beberapa hari yang lalu kaka membawa buah Carica mentah cukup banyak. Jadi langsung coba praktek nih :)

Hal pertama yang perlu kita siapkan adalah menggunakan sarung tangan karet saat mengupas kulit buah Carica. Wah kenapa?
Kandungan getah buah Carica sangat gatal apabila terkena kulit dalam waktu yang cukup lama, bahkan tidak jarang sampai kulit telapak tangan terasa perih dan terluka. Tapi itulah uniknya buah Carica, ibarat sebuah cinta yang harus didapatkan setelah berjuang berdarah-darah diawal tapi kemudian manis rasa sesudahnya hihiii..*baper kan jadinya pemirsa :D

Nah setelah tangan dibungkus oleh sarung tangan karet, langsung kita kupas aja buah Caricanya..langsung terlihat buah Carica yang warna daging buahnya kuning menggoda :)


Setelah selesai dikupas, cuci buah carica di dalam baskom besar sampai bersih. Siap dibelah masing-masing menjadi dua bagian...dan yang pasti buah Carica yang sudah dikupas ini tidak meninggalkan rasa gatal lagi di telapak tangan kita.

Buah Carica yang sudah dicuci bersih, dibelah dua dan dipiisahkan dari bijinya.


Di dalam buah Carica ini terdapat biji yang lumayan banyak, mirip biji buah konyal gitu. Tugas selanjutnya adalah memisahkan daging buah dengan biji buah tersebut.



Jangan buru- buru membuang bijinya ya, karena biji buah Carica harus diolah dulu dengan cara diseduh dengan air panas dan diperas untuk mengambil sari buahnya.
Cara memerasnya sama seperti kita memeras santan, nanti akan keluar sari buah yang kental dari hasil menyaring biji-biji Buah Carica tersebut. Konon, sari buah dari perasan biji buah Carica itu yang membuat rasa manisan Carica nantinya segar-segar gimana gitu. Mudah-mudahan penjelasan yang kurang ilmiah ini dimengerti yaa :)

Step selanjutnya cukup didihkan air secukupnya di panci sampai semua potongan buah carica terendam,
Saya menghabiskan gula kurang lebih 250 gram untuk per kilo buah Carica, untuk takaran airnya cukup sampai terendam saja dan selanjutnya tes rasa sesuai selera kita. Oya, jangan terlalu lama merebus buah Carica karena buahnya cenderung cepat lembek.




Manisan buah Carica cocok disajikan dingin atau sebagai tambahan sop buah, es campur dan kreasi minuman segar lainnya.
Selain menyegarkan, manisan carica juga kaya akan manfaat sari buahnya yang menyehatkan, dengan catatan gula yang digunakan bukan pemanis buatan ya :)


Foto tahun 2015, antara dibuang sayang dan malas memang beda tipis :)

Di Tasikmalaya saat ini sudah banyak yang berjualan manisan buah carica dalam kemasan, apalagi sekarang menjelang bulan Ramadhan Insya Alloh menjadi teman pelepas dahaga yang menyegarkan lho. Tapi sepertinya berburu langsung buah Carica sambil menikmati pemandangan indah gunung Dieng pasti akan lebih asyik ceritanya **keukeuh hihi :)

Marhaban Yaa Ramadhan, :)










Persiapan ramadhan ya bu, bikin kolak hari gini???
Eehh, jadi ceritanya saya dapat kiriman ubi, singkong dan beras dari hasil panen bibi saya. Begitulah kira-kira nya kalau jadi ponakan yang baik selalu rutin dikirim sembako, hehe

Hal pertama yang ada di daftar menu untuk memberdayakan ubi dan singkong adalah bikin kolak. Kurang kreatif sih, tapi kolak adalah dessert sepanjang masa lho. Entah itu bulan ramadhan atau hari biasa penjual kolak tetap laris manis semanis kolaknya, hmmh.
Jadi mari kita membuat kolak saja ya..

Setiap membuat kolak saya tidak pernah pakai takaran. Pokoknya potong-potong bahan isian kolak, panasin air sampai mendidih, masukan isian kolak, gula aren, daun pandan, vanili dan sedikit garam.
Menunggu matangnya juga sambil jemur baju, hihii jangan ditiru ala emak-emak gini ya
Kalau menghendaki kolak yang kental dengan santan, saya sarankan untuk mendidihkan santan di panci terpisah dan jangan lupa diaduk perlahan supaya tidak pecah santannya.
Gunakan gula aren kualitas bagus ya, katakan tidak untuk pemanis buatan dan saudara-saudaranya,😂


Kolak Ubi Singkong

300 gram ubi merah, potong-potong
300 gram singkong, buang sumbu, potong-potong
2 Lembar daun pandan
1/4 sdt vanili bubuk
Sejumput garam
250-300 gram gula aren* sesuaikan dengan selera atau kualitas gula
1 liter air *sesuaikan dengan tingkat kematangan ubi dan singkong
400 ml santan sedang*bisa diganti susu cair

Cara Membuat :
- Cuci bersih ubi dan singkong, tiriskan
- Rebus air sampai mendidih, masukan ubi dan singkong, gula aren, garam, daun pandan dan vanili bubuk. Masak sampai ubi dan singkong empuk dan meresap.Tes rasa
- Dalam panci lain, rebus santan sampai hampir mendidih, aduk perlahan jangan sampai pecah. Segera masukan kedalam panci berisi campuran ubi dan singkong.
- Masak sampai mendidih.



Membuat kolak sebenarnya sangat mudah, tanpa takaran resep juga saya yakinkan pasti sukses lhoo..
Jadi sekarang mau gimana? Mau nunggu bulan ramadhan aja buat makan kolak?
Ahh, kalo saya sih sekarang makan nanti bulan Ramadhan beda lagi jatahnya, hihi

Happy Cooking
Bulan depan sudah masuk bulan Ramadhan. Sepertinya selera juga sudah mulai condong ke yang manis-manis segar. Mulai dari pengen bikin kolak, bubur sumsum, sama es buah.
Dari semua wishlist ternyata yang sempat dipraktekan malah membuat Es Goyobod. Tapi goyobodnya bikin sendiri plus sausnya juga terbuat dari susu evaporasi dan custard, hmmhh.

Es goyobod adalah minuman khas Jawa Barat yang komposisinya mirip dengan es campur. Yang dimaksud goyobod adalah tepung sagu aren yang diolah sampai memiliki tekstur seperti jelly, dipotong kotak kecil kemudian dicampur dengan es serut, santan, alpukat, nangka atau kelapa muda sesuai selera.
Tapi pada perkembangannya, goyobod lebih banyak dibuat dengan tepung hunkwe dan ada juga yang membuatnya dari tepung beras.
Di Jawa Barat sendiri yang paling terkenal dan santer disebut sentra goyobod adalah daerah Garut yang masih tradisional menggunakan sagu aren sebagai komposisi goyobod.

Goyobod dari tepung hunkwe

Biasanya setiap tahun saya hanya menikmati goyobod sewaktu bulan puasa saja. Itu juga bukan bikin sendiri tapi beli goyobod yang sudah jadi di pasar. Penyajiannya dicampurkan suka-suka hati dengan sop buah atau es campur.
Teksturnya lembut dan rasanya yang khas membuat saya menjadikan es goyobod sebagai dessert buka puasa yang paling dirindukan, hihii

Tapi kemarin saya membeli tepung hunkwe se pak dan masih saja numpuk. Bosan juga setiap hari dibikin itu-itu aja. Udah rasa coklat, pandan, cocopandan, semua sudah dicoba. 
Teringat sama goyobod dan langsung menuju dapur, praktek..praktek, hehe


Yang membuat es goyobod kali ini terasa sangat istimewa adalah pertama goyobodnya hasil membuat sendiri, kedua santannya diganti dengan Carnation Evaporated Milk dan dicampur dengan sedikit tepung custard.
Carnation Evaporated milk merupakan susu evaporasi pengganti santan yang bisa digunakan untuk semua jenis masakan, minuman dan pastry.

Untuk pembuatan goyobodnya hampir sama dengan Resep Hunkwe Marmer Cocopandan. Tapi saya kurangi takaran air nya menjadi 5,5 bagian supaya tekstur goyobodnya lebih kokoh.

Es Goyobod Vla Custard
Untuk 2 Porsi

Bahan Goyobod : 
1 bungkus hunkwe
2 bagian gula
5 1/2 bagian air * sesuaikan dengan petunjuk di bungkus hunkwe ya
1 bungkus susu kental manis
Sejumput garam

Bahan Vla :
300 ml susu evaporasi
1 sdm tepung custard
1/4 sdt vanili susu
Sejumput garam

Saus Gula Merah :
- 125gram gula aren, sisir halus
- 50 ml air
Masak gula aren dan air sampai gula larut dan mengental. Sisihkan

Pelengkap :
1 buah alpukat, keruk dagingnya
Kelapa muda secukupnya
Es Serut
Saus Gula Merah

Cara Membuat Goyobod :
- Siapkan panci, masukan air, tepung hunkwe dan gula. Aduk sampai tepung larut.
- Masak larutan hunwe di atas api sedang. Aduk searah, perlahan. Tambah kecepatan mengaduk saat hunkwe mulai mengental.
- Siapkan loyang segi empat yang sudah diperciki air matang. Tuang hunkwe dan biarkan membeku.
- Potong kotak sesuai selera

Cara Membuat Vla Custard
- Cairkan tepung custard dengan 2 sdm air.Sisihkan
- Panaskan susu evaporasi, masukan cairan tepung custard dan vanili susu. Aduk rata sampai mengental dan meletup-letup. Angkat, dinginkan

Cara Penyajian :
- Siapkan gelas saji, masukan potongan alpukat, kelapa muda, potongan hunkwe.
-   Tambahkan es serut, siram dengan vla custard dan terakhir siram dengan saus gula merah. Sajikan dingin.


Goyobod ini paling enak dinikmati siang hari saat terik matahari terasa panas, hmmhh Tapi dinikmati kapan saja juga tetap enak ko, kalau suka bisa ditambah daging durian juga, mantap.

Tepung hunkwe merupakan hasil pati kacang hijau. Jadi pantas saja hunkwe bagus untuk pencernaan karena teksturnya yang lembut.
Hunkwe biasa dijual se pak isi 10 bungkus atau kalau di supermarket ada satuan dengan harga yang berbeda-beda. Saya pernah membeli hunkwe dengan harga yang lumayan fantastis, 25rb/bungkus. Padahal beli di toko bahan kue, 15rb aja dapet banyak. 
Memang itu perbedaan dari merk dan kualitas, semuanya dikembalikan pada selera pribadi saja ya 

Hunkwe paling enak dibikin variasi motif marmer seperti yang saya buat hari ini. Motifnya bisa dari coklat bubuk atau pasta rasa apa saja sesuai selera.
Saya sarankan untuk memasak hunkwe sesuai dengan rekomendasi resep bawaan di bungkusnya. Karena tidak jarang takaran merk yang satu tidak sama dengan takaran merk lainnya. Jadi harap dibaca dulu petunjuk memasak di bungkus hunkwe nya ya.

Biasanya tulisan di bungkusnya memang tidak memakai takaran gram. Misal 1 bagian hunkwe untuk 6 bagian air.
Nah cara mengetahuinya, tuang tepung hunkwe ke dalam gelas. Takaran 6 bagian air adalah 6x dari tepung hunkwe tersebut. Misal tepung hunkwe sebungkus hanya setengah gelas, airnya juga kita ukur 1/2 gelas diulang sebanyak 6x. 
Cara menghitung takaran gula juga sama, misalnya untuk satu bungkus dibutuhkan 2 bagian gula. Nah gula pasirnya nanti di ukur pakai gelas juga.
Penjelasannya kurang ilmuwan banget ya, hihii





Hunkwe Marmer Cocopandan

Bahan :
1 bungkus hunkwe
6 bagian air
2 bagian gula pasir
1 sachet susu kental manis, bisa di skip
1 sdt sirup cocopandan atau pasta cocopandan untuk motif
( bisa diganti 1 sdt coklat bubuk yang diseduh 1 sdm air panas)
1/4 sdt vanili

Cara Membuat :
- Siapkan panci, masukan air, tepung hunkwe dan gula. Aduk sampai tepung larut.
- Masak larutan hunwe di atas api sedang. Aduk searah, perlahan. Tambah kecepatan mengaduk saat hunkwe mulai mengental.
- Biarkan sampai meletup-letup. Angkat
- Ambil satu sendok sayur adonan, campur dengan 1 sdt sirup cocopandan
- Siapkan loyang yang sudah diperciki air atau cetakan lain sesuai selera.
 Tuang adonan warna putih, buat motif marmer dengan adonan cocopandan. Tutup lagi dengan adonan putih, dan terakhir buat motif dengan sisa adonan cocopandan.
- Masukan ke dalam lemari es, dan sajijan dingin.



Yuk dicoba bikin, salah satu dessert yang enak, mudah memasaknya dan mudah juga habisnya, hehe
Happy Cooking