Tampilkan postingan dengan label Snack Manis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snack Manis. Tampilkan semua postingan
Kue cubit sudah jadi favorit saya semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bentuk kuenya mungil dan teksturnya lembut. Yang menurut saya enak dan unik dari kue cubit adalah versi setengah matengnya, hmmh lembut dan lumeeer :D
Banyak yang mengatakan kalau kue ini dinamai kue cubit karena proses abang tukang kue cubit yang mengambil kue cubit yang sudah matang dengan semacam pengait, jadi seolah-olah dicubit gitu.


Liat deh tekstur dalamnya, lembut berserat :)

Kue cubit lama tidak terdengar sampai tahun-tahun kemarin kue cubit mendadak nge hits menjadi andalan cemilan kafe-kafe di kota besar.
Seperti kita ketahui jajanan semacam kue cubit, kue pancong, kue ape sangat identik dengan kue pinggir jalan yang dijajakan oleh abang-abang. Namun di tangan para koki-koki kafe tersebut, kue cubit dimodifikasi sedemikian rupa menjadi cemilan premium yang lezat dengan menggunakan berbagai topping beragam. Mulai dari topping coklat chunky bar, oreo, M&M, bahkan ada juga kue cubit rasa red velvet dan green tea, hmmhh terbayang lezatnya ya.

Nah, di Tasikmalaya juga kue cubit versi hits satu ini sudah banyak dijual juga lho. Cuma karena saya bukan tipe pemburu kuliner**ahhh ngelesss, jadi sampai detik ini belum coba membelinya, haha :D

Setelah berkali-kali ngiler melihat postingan teman-teman yang membeli kue cubit di review grup kuliner, saya akhirnya memutuskan bikin sendiri aja. Nah lho, ko ngga beli aja malah bikin sendiri?

Jawabannya karena  irit, hemat, kenyang..udah gitu aja wkwkkwkwk :)





Kue Cubit

Bahan :

3 butir telur ukuran sedang
175 gram gula pasir
50 gram margarin,lelehkan
300 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sdt vanilla susu bubuk
200 ml susu cair 
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
Meises cokelat ( Bisa diganti sesuai selera )

Cara Membuat :

- Campur dan ayak terigu, baking powder dan garam.
- Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang. Masukkan vaniili susu bubuk, kocok rata.
- Masukkan margarin leleh dan susu cair, aduk rata.
- Masukkan campuran terigu dan aduk semua bahan sampai rata dan homogen.
- Tutup adonan dengan serbet bersih dan diamkan kurang lebih 30 menit.
- Panaskan cetakan kue cubit, oles margarin tipis.
- Tuang adonan 3/4 tinggi cetakan dan tutup.
- Buka tutup cetakan setelah 1/2 matang, taburi topping sesuai selera ( saya pakai meises cokelat ).
- Angkat kue cubit, sajikan hangat.



Ini versi setengah matang favorit saya, lumeeer :)


Saya bikin 1/2 resep aja karena di rumah cuma bertiga dan kurang suka cemilan manis. Alhamdulillah kue cubitnya laris manis sekaligus membayar rasa kangen kue cubit jadul yang dulu biasa dibeli di abang-abang pinggir jalan.
Insya Alloh nanti mau coba bikin kue cubit green tea atau versi gaul lainnya yang lagi happening.

Happy "cubit-cubitan" :D

Sudah cantik, manis pula..hmmhh yang pasti itu bukan saya melainkan nama salah satu jenis kue jajanan pasar ya..hehe
Cantik manis atau ada juga yang menyebutnya Cente Manis terbuat dari tepung hunkwe yang dicampur sagu mutiara.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat posting cemilan yang berbahan baku tepung hunkwe.
Nah pada prakteknya, membuat cantik manis sama seperti memasak hunkwe biasa. Cuma penggunaan air untuk memasaknya diganti memakai santan atau susu cair.



Cantik Manis

BAHAN :
- 120 gram/1 bungkus hunkwe
- 1 liter santan atau susu cair
- 200 gram gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 1/4 sdt vanili bubuk
- 4 lembar daun pandan
- Sagu mutiara siap pakai

Cara Membuat :
- Campurkan hunkwe, santan, gula pasir, garam, vanili bubuk dan daun pandan. Aduk rata.
- Nyalakan api kompor, masak hunkwe dengan api sedang. Aduk perlahan dan tambah kecepatan mengaduk sampai hunkwe mengental dan meletup-letup.
- Matikan api, masukan sagu mutiara, aduk rata.
- Cetak kue cantik manis di loyang yang sudah diperciki air matang atau dibungkus per sendok dengan plastik bening.


Tuhh memang manis kann..saya membuat versi potong supaya lebih cepat.
Untuk ukuran loyang besar seperti saya gunakan 2x resep untuk membuatnya. Untuk sagu mutiara nya bebas mau warna hijau, kunung atau merah muda seperti yang dipakai saya.
Yang pasti tetap namanya kue cantik manis.
Yukk kita bikin,

Salam Cantik
Pagi ini libur, horeee..tapi ngemil ngga boleh libur dong, hehe
Mau bikin kue cubit yang lagi nge hits tapi jadinya malah bikin serabi pandan aja dulu. Masalahnya saya punya stok gula merah lumayan banyak gara-gara salah hitung pesanan puding beberapa hari lalu. Setelah kemarin dicemplungin ke sayur nangka, nah gula merahnya nanti sebagian mau dibikin kinca buat serabi pandannya.

Kinca gula merah memang enak banget, dicampur nangka, tape atau buah durian rasanya makin mantap. Tapi saya lagi tidak punya stok nangka, tape apalagi durian. Biasanya kalau buat kinca bubur sumsum saya tambahkan sedikit kelapa parut. Tapi ya itu dia kelapa parut juga tidak punya, hadeuhh.
Dont worry, kinca polosan juga tetap enak ko asal jangan kinca oplosan ya, hiii

Nah yang mau bikin serabi pandannya berikut resep yang saya pakai.




Serabi Pandan 
Source : Sedap Sekejap

Bahan :
175  gram terigu protein sedang
1      butir telur, kocok lepas
1/4   sdt garam
450  ml santan hangat * saya diganti susu cair hangat
50  ml air daun suji * saya pakai pasta pandan
1/2    sdt baking powder

Cara Membuat :
-   Campur terigu, telur, garam.
-   Tuang santan sedikit demi sedikit sampai adonan halus, keplok-keplok sebentar. Diamkan 30 menit
- Masukan baking powder ke dalam adonan, aduk rata.
-   Panaskan cetakan serabi* saya memakai cetakan kue lumpur
- Tuang 1 sendok sayur adonan, tunggu sampai berlubang dan matang. Sisihkan



Bahan Saus Kinca :
125 gram gula merah, sisir halus
50   ml air
sejumput garam
Daun pandan

Cara Membuat :
- Campur semua bahan, masak sampai gula larut dan matang.
- Bisa ditambahkan nangka, tape atau daging durian sesuai selera.
Sajikan serabi pandan dengan saus kincanya..hmmhh


Oya, untuk kekentalan saus kincanya bisa menyesuaikan sesuai selera ya. Kalau saya suka saus kincanya yang pekat kental.
Untuk serabi pandannya juga ada yang memakai tepung beras. Nanti In Sya Alloh saya trial lagi dengan memakai tepung beras.
Yuk kita bikin,

#LatePost

Yuhuuuu, surtjin tantangan member pracoba saya sudah tiba dengan selamat.
Judulnya asyik banget deh, Pisang Molen Khas Indonesia.
Yang membuat saya bilang asyik soalnya di rumah pas lagi kebetulan ada pisang yang belum di eksekusi.

Sebelum mengerjakan surtjin, saya masih sempat galau setelah membaca resep. Soalnya tertulis gede banget judulnya pisang molen tapi cara membuatnya di oven. Kalau seingat saya, pisang molen itu pisang yang dibalut adonan kulit dan digoreng.  Sedangkan yang pembuatannya dengan cara di oven ya disebutnya pisang bolen. Tapi untuk tantangan resep kali ini pisang molen yang di oven ini dibuat tanpa korsvet. Mungkin itu sebabnya disebut pisang molen kali ya, hehe

Nah, memang itu istimewanya tantangan kali ini. Kulit pisang molen atau bolen yang biasa dibalut puff pastry tapi kali ini dihilangkan pastry margarine nya dengan syaray kulit harus tetap berlapis. Lha piye tohh?? Kalau tidak pakai korsvet mana bisa berlapis??
Eittss, jangan galau sebelum selesai baca resep dan instruksinya.
Proses pembuatan kulit yang menyerupai pembuatan puff pastry menjadikan kulit pisang molen ini tetap berlapis dan renyah lho. Mau tau dong resepnya apa, proses pembuatannya dan seberapa keberanian saya sebagai eksekutor? Hadeuuh 

Silahkan baca resep dibawah ini. Ingat, ingat..patuhi resep dan instruksi kalau tidak mau pisang molennya bantat tiada berlapis, hehe


KBB #44 Pisang Molen
Resep : Ariesta Mikdar Gunawan

Bahan kulit A :
100 gram terigu serba guna
1     sdm minyak goreng
80   gram margarin

Bahan Kulit B :
300 gram terigu serba guna
50   gram gula kastor
100 gram margarin
100 ml air dingin
1/4 sdt garam halus
1/4 sdt vanili

Bahan Filling :
10 buah Pisang raja atau pisang tanduk, pilih yang manis dan sudah matang. Kukus, potong melintang 4cm, kemudian belah menjadi 2 bagian.
100 gram keju cheddar, potong seukuran dengan pisang
50 gram meises

Olesan : 
1 kuning telur
1 sdm mentega cair

  Cara Membuat :
- Adonan A, campur semua bahan dan aduk rata menggunakan spatula. Bagi menjadi 20 bagian, bulatkan.
- Adonan B, campur semua bahan dan uleni kalis. Bagi menjadi 20 bagian, bulatkan   


- Ambil satu bagian adonan B, gilas agak tipis membentuk segiempat. Letakkan bahan A diatasnya, lipat bentuk amplop. Setelah rapi, bulatkan kembali. Lakukan sampai semua adonan selesai.

- Ambil satu bagian adonan campuran A dan B. Gilas tipis membentuk persegi panjang. Gulung dan lipat dari arah sisi yang pendek, gilas tipis lagi. Ulangi sampai 3x proses. Istirahatkan adonan selama 40 menit


- Ambil satu bagian adonan, gilas tipis membentuk segiempat sama sisi. Letakan pisang, keju, meises dan terakhir ditutup pisang lagi. Lipat bentuk amplop atau seperti martabak telor mini. Lakukan sampai semua adonan habis.


- Panaskan Oven 180 derajat celcius. Poles loyang dengan margarin, lapisi dengan kertas roti, poles lagi.
- Masukan adonan yang sudah diisi pisang secara rapi, beri jarak sekitar 1 cm antar adonan. Poles permukaan kulitnya dengan kuning telur. Taburi keju atau topping favorit.



- Panggang kurang lebih 60 menit sampai matang, panas- panas poles permukaan kulit pisang molen dengan mentega cair.
Sajikan.



Taraaa..ini dia pisang molen hasil kreasi saya. Toppingnya macem-macem deh; ada keju, wijen sama oreo crumbs.
Walaupun dibuat tanpa korsvet atau pastry margarine, tapi kulitnya tetap berlapis renyah lho. Yang membedakan dengan kulit puff pastry hanya sedikit perbedaan tekstur kulit pastry yang lebih ringan dibanding kulit pisang molen yang ini. Tapi tetap enak, ga percaya?
Coba bikin sendiri, berani???
Pagi ini bikin lagi cemilan manis untuk Amang tukang tembok. Kata mamah, pekerja bangunan itu menyukai cemilan manis-manis karena bisa menambah tenaga untuk bekerja. 
Pernah beberapa hari yang lalu saya ada pesanan bolu gulung dan sengaja melebihkan adonan untuk mereka. Eh, Amang nya malah bilang jangan sering-sering ngasih kue enak, katanya makannya grogi, hadeuh si amang ada-ada aja.
Pas lagi beres-beres cetakan kue, lihat cetakan sakura yang sudah lama nganggur. Akhir-akhir ini jarang juga yang pesan kue sakura atau putu ayu yang biasa dicetak sakura. Sepertinya boleh juga nih bikin bolu sakura untuk cemilan si Amang. Selain membuatnya cepat, sederhana tapi enak ko Mang. Masa iya saya ngasih kue ga enak, hehe.


Ada juga yang menyebutnya Kue Karamel kukus karena beberapa bagian gula pasirnya terlebih dahulu dibuat karamel. Beberapa versi ada yang eegless atau tanpa telur, tapi saya sering membuatnya memakai telur saja.

Bolu Sakura
Source : Hesty Kitchen

Bahan :
2      butir telur 
250 gram gula pasir
250 ml air
225 gram terigu protein sedang
50   gram margarin, lelehkan
1/2  sdt soda kue
1/2  sdt baking powder

Cara Membuat :
-   Panaskan klakat atau panci kukusan
- Buat karamel menggunakan 125 gram gula pasir. Setelah gula mencair, masukan air dan biarkan sampai gula larut. Sisihkan.
- Kocok telur dan sebagian gula pasir sampai kental. Masukan karamel sedikit demi sedikit. Kocok rata
- Masukan campuran terigu, soda kue dan baking powder. Aduk rata.
- Masukan margarin leleh, aduk rata
- Olesi cetakan sakura dengan margarin, masukan 1 sdm adonan. Hentakan adonan, kukus sekitar 15 menit sampai matang.


Resep ini bisa dimodifikasi seperti mengganti margarin dengan minyak goreng atau penggunaan soda kue dan baking powdernya dihilangkan.

Satu resep ini jadi sekitar 22 buah kue sakura. Rasanya legit dan alhamdulillah laris manis dimakan sama Amang dan juga Hasna.
Saya juga tidak mau kehabisan dong, comot satu buah kue sakura dan dinikmati sambil minum teh pahit.
Hmmmh, yuk bikin.




Beberapa hari ini mamah terkena gangguan pencernaan. Berbagai alternatif pengobatan sudah dicoba salah satu nya memakai tape/peuyeum singkong.
Beli 2 kotak dari sentra peuyeum dekat rumah. Makin lama mamah sepertinya mulai bosan makan tape/peuyeum setiap hari. Saya yang liatnya juga ikutan kenyang, hihi.
Ada satu perbedaan yang menurut saya cukup mencolok ketika membeli tape singkong dari penjual peuyeum di kampung dengan peuyeum toko seperti ini. Menurut saya tekstur peuyeum toko tidak mudah lembek dan rasanya sedikit kurang gurih walaupun warnanya kuning menggoda. Dibandingkan peuyeum kampung yang mudah lembek sekalipun masuk kulkas, warnanya lebih putih.
Terus ?, masalah gitu? ya itu hanya penilaian saya sih.
Mengingat yang jualan peuyeum di pasar dekat rumah juga sangat jarang, jadi berdo'a aja sebelum makan, ya emang wajib baca do'a dulu kan, ☺
Nah, kembali pada tema, saya berniat bersih-bersih kulkas. Pokonya semua sisa sayuran dan beberapa bahan yang sudah cukup lama di kulkas saya berdayakan semuanya. Kan lumayan juga, daripada dibuang masih pada bagus. Termasuk satu kotak tape yang masih utuh, kayanya baru diambil sepotong kecil sama mamah. 
Mencari ide sana sini, bikin apa ya. Mau bikin cake atau prol tape lagi kurang berselera.
Mendadak ingat sama tape goreng yang pakai celupan terigu seperti pisang goreng. Diatas gorengannya ditaburi gula pasir. Hmmmh, sepertinya enak nih dinikmati hangat-hangat dengan teh pahit.
Sudah mau bikin adonan, eh saya lihat setoples coklat filling isian nastar pesanan beberapa hari yang lalu. Masih ada setengah toples kecil lagi. Langsung ide cemerlang datang, hihi.
Tape ini mau dibikin bola tape aja deh, nanti isiannya pakai coklat filling.

Bagi yang berminat mencoba, saya kemarin memakai resep dari berbagai sumber hasil googling.

Bola Tape Isi Coklat

Bahan :
300 gram tape, buang serat. Haluskan
1 sdm gula pasir
20 gram mentega
100 gram tepung terigu protein sedang
1/2 sdt baking powder
30-50 ml susu cair
Coklat filling secukupnya untuk isian
Minyak goreng secukupnya
Gula donat/ gula tepung untuk taburan (optional)

Cara Membuat :
- Campurkan semua bahan kecuali susu cair.
- Tambahkan susu cair sedikit demi sedikit menyesuaikan dengan kondisi adonan.
- Pulung adonan, pipihkan. Masukan isian coklat filling dan bulatkan kembali adonan.
- Goreng bola tape dalam minyak panas sampai terlihat kecoklatan dan matang.
- Nikmati hangat dengan taburan gula donat/ gula tepung.

Happy Cooking,